0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net — Tak hanya dikenal melalui prestasi di lapangan, MA NU TBS Kudus juga memiliki kelompok suporter yang aktif mengawal perjuangan tim dalam berbagai kompetisi. Mereka adalah TBS Mania 1928, kelompok pendukung yang dikenal dengan semangat, kekompakan, chant, koreografi, hingga sejumlah prestasi di kategori best supporter.

TBS Mania 1928 bermarkas di lingkungan MA NU TBS Kudus, Jalan KH Turaichan Adjhuri Nomor 23, Pejaten, Kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus. Kelompok ini menggunakan identitas The Boys Salafiyyah Mania dan memiliki akun resmi Instagram @tbsmania.1928.

Perwakilan TBS Mania, Muhammad Fikri Mubarok, mengatakan jumlah pengurusnya kisaran 22 orang. Sementara jumlah supporter menyesuaikan dengan agenda pertandingan maupun kegiatan yang diikuti.

“Pengurus aktif sekitar 22 anggota. adapun untuk jumlah supporter nya tergantung kegiatan atau event-nya,” ujar Fikri saat ditemui Kamis (3/9/2026).

Untuk memastikan dukungan berjalan terorganisasi, TBS Mania memiliki pembagian tugas di antara anggotanya. Koordinator lapangan atau korlap bertugas mengatur suporter di area pertandingan, sementara capo memimpin dukungan dari bagian atas.

Ada pula anggota yang menangani keuangan, sekretaris yang mengurus berbagai kebutuhan administrasi seperti surat izin dan proposal, serta bagian perlengkapan yang menyiapkan berbagai kebutuhan ketika berada di lapangan.

TBS Mania juga memiliki maskot yang turut memeriahkan pertandingan. Sementara bagian korlap bertugas menggerakkan massa sehingga dukungan dapat dilakukan secara serempak dan terkoordinasi.

Persiapan Koreografi

Bagi TBS Mania, dukungan di tribun membutuhkan persiapan. Terlebih ketika tim mengikuti turnamen, para anggota biasanya melakukan latihan untuk menyiapkan chant, koreografi, maupun berbagai bentuk atraksi suporter.

Fikri menjelaskan, durasi latihan menyesuaikan agenda kompetisi dan izin dari pihak sekolah. Untuk persiapan turnamen tertentu, latihan dapat dilakukan hingga tiga atau empat bulan sebelumnya.

“Latihan tergantung dari sebelum turnamen dan izin sekolah. Kalau persiapannya untuk turnamen bisa tiga sampai empat bulan,” jelasnya.

Koreografi menjadi salah satu daya tarik dukungan TBS Mania. Ide dan konsep yang digunakan dikembangkan bersama anggota, dengan inspirasi yang dapat berasal dari berbagai hal, termasuk permainan atau referensi visual lainnya.

Selain koreografi, perkusi juga menjadi elemen penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan. Tabuhan perkusi dipadukan dengan chant yang dinyanyikan bersama sehingga dukungan dari tribun terdengar lebih kuat.

Terbentuk Sejak 2017

Meski angka 1928 melekat pada identitas TBS Mania, Fikri menjelaskan bahwa angka tersebut merujuk pada tahun berdirinya Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS). Sementara TBS Mania sendiri mulai terbentuk pada 2017.

Sejak saat itu, kelompok tersebut menjadi wadah bagi para siswa dan pendukung MA NU TBS Kudus untuk memberikan semangat kepada tim yang bertanding.

Eksistensi TBS Mania kemudian tidak hanya terlihat dari jumlah dukungan di tribun. Mereka juga berhasil menorehkan berbagai prestasi dalam kategori best supporter di sejumlah turnamen.

Pada turnamen PJKR B UNNES 2023, TBS Mania berhasil meraih predikat Best Supporter Juara I. Prestasi serupa kembali diraih dalam Turnamen Bathara Guru 2023 dan Kretek Cup 2023.

Pada Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2025, TBS Mania juga menjadi Best Supporter Juara I. Sementara dalam Kretek Cup 2025, kelompok tersebut meraih peringkat ketiga kategori Best Supporter.

Prestasi lainnya ditorehkan dalam IFL Season 2023 dan IFL Season 2026. Dalam dua ajang tersebut, TBS Mania masing-masing menempati posisi runner-up atau juara kedua kategori Best Supporter antarsekolah tingkat SMA/SMK/MA.

Tim Futsal Juga Berprestasi

Dukungan dari tribun juga berjalan beriringan dengan prestasi tim yang mereka kawal. Tim futsal MA NU TBS Kudus tercatat meraih sejumlah pencapaian dalam beberapa kompetisi.

Pada IFL Kudus 2026, tim futsal TBS berhasil menjadi juara kedua kategori futsal antarsatuan pendidikan SMA/SMK/MA. Prestasi yang sama juga diraih pada Futsal Kemenpora 2025.

Sementara pada Kretek Cup 2025, tim futsal TBS berhasil mengamankan posisi ketiga.

Bagi TBS Mania, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus memberikan dukungan. Kehadiran suporter di tribun diharapkan dapat menjadi tambahan semangat bagi pemain selama pertandingan.

Chant Jadi Identitas

Selain koreografi dan perkusi, chant menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari TBS Mania. Lagu dukungan yang dinyanyikan bersama membawa pesan tentang kebersamaan, loyalitas, semangat pantang menyerah, dan kebanggaan terhadap Salafiyyah.

Salah satu chant mereka menggambarkan tekad untuk tetap berdiri bersama dan memberikan dukungan terbaik kepada tim. Semangat tersebut tercermin dari pesan agar para anggota tidak mudah menyerah dan terus memberikan energi positif selama pertandingan.

Bagi TBS Mania, warna hijau yang mereka bawa juga memiliki makna sebagai identitas dan simbol kebanggaan terhadap Salafiyyah. Karena itu, dukungan tidak berhenti ketika pertandingan berjalan sulit atau hasil belum sesuai harapan.

“Yang penting tetap bersama dan memberikan yang terbaik untuk Salafiyyah,” kata Fikri.

Dengan semangat tersebut, TBS Mania 1928 berupaya mempertahankan tradisi dukungan sekaligus prestasi di tribun. Bagi mereka, menjadi suporter bukan sekadar membuat suasana pertandingan lebih meriah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan dan kebanggaan MA NU TBS Kudus. (AS/YM)


Post Views: 22

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *