0 5 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Bukan sekadar datang untuk bertanding! Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus mulai memasuki fase akhir persiapan dengan misi besar memburu tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026.

Sebanyak 11 atlet Kudus dipersiapkan untuk turun di sejumlah nomor andalan. Memasuki sekitar satu bulan sebelum pertandingan, latihan mulai diarahkan pada pematangan teknik, strategi perlombaan, kondisi fisik hingga kesiapan mental.

Pelatih Kepala PASI Kudus, Nor Ahmad, mengatakan persiapan para atlet telah dilakukan secara sistematis sejak Juni 2026. Program latihan disusun bertahap dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing nomor.

“Setelah lolos Porprov ini, semua atlet kita programkan untuk latihan secara sistematis, berjenjang, terjadwal, kemudian dengan program-program yang berkualitas,” ujar Nor Ahmad, Rabu (16/9/2026).

Sebelas atlet tersebut akan berlaga pada sejumlah nomor, meliputi jalan cepat putra, lempar lembing, lari 400 meter, 800 meter, 1.500 meter, sapta lomba, serta nomor estafet.

Dari sejumlah nomor tersebut, PASI Kudus membidik tiga medali emas. Salah satu target utama datang dari nomor jalan cepat putra yang diisi Agus Hariyanto dan Rosid.

Keduanya dinilai memiliki peluang bersaing dalam perebutan medali. Bahkan, PASI Kudus berharap kedua atlet tersebut mampu menempati posisi pertama dan kedua.

“Dua-duanya kita harapkan antara emas dan perak, 1-2,” katanya.

Target emas berikutnya diarahkan kepada Irgi Candra Pranata di nomor lari 400 meter. Atlet tersebut menjadi salah satu tumpuan PASI Kudus karena memiliki pengalaman bertanding di level nasional.

Catatan prestasinya juga menjadi modal. Irgi sebelumnya mampu meraih medali perak pada Kejurnas U-18 di Solo. Sementara dalam Kejurnas di Jakarta, ia berhasil menembus babak final dan membawa pulang medali perunggu.

“Irgi ini kita harapkan dapat emas,” ungkap Nor Ahmad.

Sementara itu, target emas ketiga diproyeksikan melalui Sholidin Usman yang turun pada nomor lari 1.500 meter. Selain itu, Muhammad Haikal Jafalino akan tampil di nomor sapta lomba dan turut dipersiapkan untuk memberikan kontribusi bagi kontingen Kudus.

Pada nomor lempar lembing, PASI Kudus masih menunggu kondisi Fariq yang sebelumnya mengalami cedera pada bagian siku. Apabila telah pulih dan mampu kembali ke performa terbaik, Fariq diharapkan bisa ikut menyumbangkan medali.

Nor Ahmad menjelaskan, program latihan kini telah memasuki periodisasi persiapan khusus akhir dan awal pra-kompetisi. Materi latihan mulai semakin spesifik sesuai kebutuhan setiap nomor.

Untuk atlet nomor lintasan, fokus diarahkan pada daya tahan kecepatan dan strategi perlombaan. Sedangkan atlet nomor lempar mulai menjalani latihan yang menyerupai situasi pertandingan sebenarnya.

“Penekanannya adalah pada daya tahan kecepatan untuk para atlet sprinter dan para atlet di nomor-nomor lintasan. Kita juga fokus pada strategi lomba,” jelasnya.

Persiapan tersebut berlangsung selama lima bulan, mulai Juni hingga Oktober 2026. Saat ini, progres program latihan disebut telah mencapai sekitar 85 persen.

“Persentase sekitar 85 persen. Jadi yang 15 persen ini kita masa persiapan pra-kompetisi. Bagaimana kita melaksanakan strategi-strategi lomba yang harus dipahami oleh atlet,” tuturnya.

Tak hanya mengandalkan latihan fisik dan teknik, PASI Kudus juga memberikan perhatian serius terhadap mental bertanding. Para atlet sengaja diterjunkan dalam sejumlah kejuaraan untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan berbagai level.

Beberapa kompetisi yang diikuti di antaranya Kejurnas di Rawamangun, Jakarta, serta Jateng Open. Dalam kejuaraan tersebut, para atlet Kudus menghadapi persaingan dari berbagai daerah, termasuk atlet dari luar negeri.

Menurut Nor Ahmad, pengalaman bertanding tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri. Mental bertanding, kata dia, tidak bisa dibentuk secara instan menjelang pertandingan.

“Bangun mental ini kan tidak bisa hanya seminggu dua minggu. Jangka waktunya lama,” katanya.

Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Porprov, beban latihan mulai diturunkan secara bertahap. Pada awal program, para atlet menjalani latihan hingga 12 kali dalam sepekan.

Kini frekuensinya diturunkan menjadi sekitar 10 kali dalam sepekan dan selanjutnya akan kembali dikurangi menjadi delapan kali menjelang pertandingan. Penurunan volume latihan dilakukan untuk menjaga kondisi atlet agar berada pada performa optimal saat bertanding.

Persiapan PASI Kudus juga tidak lepas dari persoalan fasilitas. Ketika Stadion Supersoccer Arena (SSA) digunakan untuk agenda sepak bola putri nasional, latihan atletik harus dialihkan ke lokasi alternatif.

Salah satunya latihan nomor lempar yang dilakukan di lapangan atletik SMP 1 Dawe. Pembenahan teknik dilakukan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan drill pada sore hari.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan program persiapan. Pelatih berupaya mencari solusi agar latihan tetap berjalan sesuai kebutuhan dan periodisasi yang telah ditetapkan.

“Itu merupakan satu kendala, tapi kendala itu tetap kita bisa mencari solusinya,” pungkas Nor Ahmad.

Dengan 11 atlet yang dipersiapkan dan target tiga emas, PASI Kudus kini tinggal mematangkan bagian akhir sebelum para atlet memasuki arena Porprov Jateng 2026. (YM/YM)


Post Views: 26

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *