KUDUS, Liputan7.Net – SMA NU Al Ma’ruf Kudus menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) periode 2026/2027 secara serentak, Rabu (16/9/2026). Sebanyak lima kandidat mengikuti proses pemilihan setelah sebelumnya melalui tahapan seleksi dan kampanye visi-misi.
Pelaksanaan Pilketos diawali dengan kampanye visi dan misi para kandidat pada Senin (14/9/2026). Kemudian, Selasa (15/9/2026) digunakan untuk persiapan pelaksanaan pemungutan suara dan undangan kepada pihak terkait.
Kepala SMA NU Al Ma’ruf Kudus Anas Ma’ruf, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Sri Mulyanti, mengatakan pelaksanaan Pilketos tahun ini mengikuti agenda pemilihan OSIS secara serentak yang dikoordinasikan melalui Kesbangpol dan KPU.
“Semula saya merencanakan sampai pelantikan tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Tetapi karena ada arahan agar dilaksanakan serempak, mau tidak mau kami mengikuti. Menurut saya ini hal yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme siswa untuk menjadi calon ketua OSIS cukup tinggi. Pada tahap awal tercatat sekitar 130 siswa yang mencalonkan diri. Bahkan, ketika diberikan waktu pendaftaran lebih longgar, jumlah siswa yang berminat disebut dapat mencapai sekitar 200 orang.
Proses seleksi kemudian dilakukan melalui wawancara dan tes tertulis oleh panitia OSIS. Dari 130 peserta tersebut disaring menjadi 10 kandidat, kemudian kembali diseleksi hingga tersisa lima calon yang mengikuti Pilketos.
Kelima kandidat tersebut yakni Hendra Setya K dari kelas XI F4 sebagai calon nomor urut 1, Natasya Rizki dari XI F2 sebagai nomor urut 2, Amanda Trisa A dari XI F4 sebagai nomor urut 3, Sandya Rafaela dari XI F5 sebagai nomor urut 4, serta Riefa Dwitantri dari XI F2 sebagai nomor urut 5.
Hendra membawa visi menjadikan OSIS sebagai wadah pengembangan keterampilan siswa dalam berkolaborasi, berprestasi, aktif, kreatif, disiplin, dan peduli dengan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdiyah.
Sementara Natasya mengusung visi menjadikan OSIS sebagai sarana pengembangan potensi siswa yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia menekankan kerja sama, kebersamaan, lingkungan yang harmonis, serta OSIS sebagai wadah aspirasi melalui musyawarah.
Amanda membawa visi mewujudkan OSIS yang peduli terhadap lingkungan, berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan kedisiplinan. Program yang ditawarkan mencakup peningkatan prestasi, pembentukan akhlak, kepedulian sosial, serta penguatan tanggung jawab siswa.
Kemudian Sandya mengusung visi membentuk siswa yang bertanggung jawab, peduli, dan mampu menghargai orang lain. Sedangkan Riefa membawa visi mewujudkan siswa yang berintegritas, berprestasi, dan berkontribusi di lingkungan sekolah.
Sri Mulyanti menjelaskan, rangkaian pemilihan diawali dengan apel. Para kandidat diperkenalkan kepada siswa dan mendapatkan kesempatan menyampaikan visi-misinya. Setelah itu, proses pemungutan suara dilakukan melalui beberapa tempat pemungutan suara (TPS).
“Setelah berdoa dan menyanyikan Indonesia Raya, kegiatan dibuka oleh kepala sekolah dan dilanjutkan doa. Kemudian anak-anak kandidat diarak oleh teman-temannya sambil melakukan promosi, lalu duduk bersama wali kelasnya,” jelasnya.
Pemungutan suara melibatkan warga sekolah sesuai kelompok pemilih. Guru dan tenaga kependidikan mendapatkan TPS tersendiri, sedangkan siswa kelas XII, XI, dan X juga mengikuti pemilihan sesuai pembagian yang telah ditentukan.
Ia menargetkan proses pemungutan suara dapat selesai sekitar pukul 10.00 WIB.
“Lebih cepat lebih baik,” katanya.
Sri Mulyanti menambahkan, lima kandidat yang bertarung tidak hanya dipersiapkan untuk mengisi satu posisi. Kandidat yang memperoleh suara terbanyak akan menjadi ketua OSIS, sedangkan empat kandidat lainnya akan mendapatkan peran dalam kepengurusan sesuai bidang masing-masing.
Ia berharap siapa pun yang terpilih mampu membangun komunikasi dan kolaborasi antara siswa dengan pihak sekolah.
“Saya melihat visi-misi mereka bagus. Harapannya ada kolaborasi dan komunikasi antara sekolah dengan program siswa. Kuncinya komunikasi. Kalau komunikasi terjalin, anak-anak akan merasa lebih dihargai,” ungkapnya.
Salah satu calon ketua OSIS, Natasya Rizki Ramadhani, mengatakan keikutsertaannya dalam Pilketos menjadi bagian dari proses belajar demokrasi di lingkungan sekolah.
Ia mengusung visi menjadikan OSIS sebagai sarana pengembangan siswa yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Tiga misi yang dibawanya yakni meningkatkan kerja sama dan rasa kekeluargaan, menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghargai, serta menjadikan OSIS sebagai wadah aspirasi dengan mengutamakan musyawarah.
Natasya juga menyatakan siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.
“Ketika saya tidak terpilih, saya tetap lapang dada dan rendah hati. Saya tidak akan memaksakan dan akan menghargai siapa pun yang dipilih,” katanya.
Ia berharap ketua OSIS terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan baik dan melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
Sementara itu, Indri, siswa kelas XII F11 yang tergabung dalam Kelas Khusus Olahraga (KKO), mengaku antusias mengikuti pemilihan ketua OSIS.
Menurutnya, siswa mempertimbangkan calon yang dikenal sekaligus melihat visi dan misi yang ditawarkan.
“Kita pilih yang kita kenal, terus visi misinya juga bagus. Semoga yang terbaik dan bisa membuat sekolah kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap proses pemilihan berlangsung secara jujur dan menghasilkan pengurus OSIS yang mampu membawa perubahan positif bagi sekolah. (AS/YM)
Post Views: 20
