0 5 min 17 hrs

NASIONAL, Liputan7.Net – Galeri Indonesia Kaya (GIK) merayakan hari jadinya yang ke-13 dengan menghadirkan kembali program Wayang Jurnalis melalui lakon Petruk Mantu. Berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk tampil langsung di atas panggung dan merasakan pengalaman menjadi pelaku seni pertunjukan.

Pementasan yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) tersebut menjadi bagian dari perjalanan Galeri Indonesia Kaya dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Program ini sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para jurnalis yang biasanya bertugas meliput dan memberitakan pertunjukan seni. Kali ini, mereka terlibat langsung dalam proses kreatif hingga tampil membawakan karakter dalam cerita pewayangan.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa selama 13 tahun perjalanannya, GIK terus berupaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan merayakan keberagaman budaya Indonesia.

Ia juga mengapresiasi peran jurnalis yang selama ini membantu menyebarluaskan informasi mengenai seni dan budaya kepada masyarakat luas.

Melalui Wayang Jurnalis, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada insan media untuk merasakan proses berkesenian secara langsung, sekaligus menumbuhkan kedekatan dan apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional.

Menurut Renitasari, pengalaman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kenangan berkesan bagi para jurnalis, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap kekayaan budaya Tanah Air.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari satu juta orang dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan. Berbagai kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 2.000 pekerja seni dari beragam bidang, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya.

Berbagai program itu menjadi bagian dari upaya GIK menghadirkan seni dan budaya Indonesia dengan cara yang menarik serta dapat dinikmati oleh masyarakat lintas generasi.

Wayang Jurnalis sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2014. Program ini dirancang agar jurnalis tidak hanya menjadi penonton maupun peliput pertunjukan, tetapi juga dapat terlibat sebagai pelaku seni.

Setelah sempat berhenti sejak 2020, Wayang Jurnalis kembali diselenggarakan pada tahun ini untuk keenam kalinya melalui lakon Petruk Mantu. Kembalinya program tersebut membuka kesempatan bagi para jurnalis untuk mengenal lebih dekat proses dan dinamika seni pertunjukan tradisional.

Pementasan kali ini melibatkan jurnalis dari berbagai media, di antaranya CNBC Indonesia, CNN Indonesia TV, Harian Kompas/Kompas.id, iNews TV, LKBN Antara, Narasi.tv, Popbela.com, Popmama.com, Suara.com, Urbanstories.id, dan Validnews.id.

Selama menjalani latihan, para jurnalis menunjukkan antusiasme untuk memberikan penampilan terbaik. Mereka berkolaborasi dengan para seniman Wayang Orang Bharata dalam menghidupkan karakter-karakter yang terdapat dalam cerita.

Lakon Petruk Mantu mengisahkan upaya Petruk meminang Endang Nilowati, putri yang dikenal cantik, untuk putranya, Lengkung Kusumo. Namun, Endang Nilowati ternyata juga menjadi pujaan hati Prabu Kalapudaksa, sosok yang dikenal garang dan congkak.

Konflik di antara para tokoh tersebut dikemas dengan humor dan berbagai kejutan. Cerita ini menghadirkan hiburan ringan sekaligus memperkenalkan kekayaan kisah pewayangan kepada penonton dengan pendekatan yang lebih dekat.

Sutradara pementasan sekaligus perwakilan Wayang Orang Bharata, Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto, menyampaikan bahwa keberadaan Galeri Indonesia Kaya memiliki arti penting bagi keberlangsungan seni pertunjukan di Indonesia.

Menurutnya, GIK memberikan ruang bagi seniman untuk terus berkarya dan berinteraksi dengan masyarakat. Kolaborasi dalam Wayang Jurnalis juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman berkesenian dengan insan media.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan pertunjukan yang menghibur sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan mencintai wayang serta seni pertunjukan tradisional Indonesia.

Selain para jurnalis dan seniman Wayang Orang Bharata, pementasan Petruk Mantu turut menghadirkan dalang cilik Kitama Arturo yang berusia 12 tahun.

Ketertarikan Kitama terhadap dunia pewayangan mulai tumbuh ketika berusia enam tahun, setelah menerima hadiah wayang Gatotkaca dan beskap dalang. Sejak saat itu, ia mempelajari cerita pewayangan melalui berbagai sumber, termasuk YouTube dan buku cerita, serta bertanya kepada banyak orang untuk memperdalam pengetahuannya.

Kehadiran Kitama menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni pewayangan kepada generasi muda sekaligus mendorong keberlanjutan tradisi budaya Indonesia.

Melalui perayaan HUT ke-13 dan penyelenggaraan kembali Wayang Jurnalis, Galeri Indonesia Kaya berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mengalami seni budaya Indonesia secara langsung.

Informasi mengenai jadwal pertunjukan dan program Ruang Kreatif Galeri Indonesia Kaya dapat diakses melalui situs IndonesiaKaya.com. (AS/YM)


Post Views: 29

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *