0 4 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Kebakaran limbah kapuk kering di lahan kosong milik warga Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Rabu (14/10/2026), menghanguskan sejumlah komponen truk Fuso dan memicu upaya pemadaman intensif untuk mencegah api merembet ke bangunan pondok pesantren di sekitar lokasi.

Kebakaran yang terjadi di halaman rumah Zaeni Johanto, warga Desa Bakalankrapyak RT 04/RW 03, itu dilaporkan mulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Api membesar dan merembet ke tumpukan limbah kapuk kering serta bagian belakang truk Fuso berwarna kuning bernomor polisi H 1573 NE yang terparkir di dekatnya.

Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kudus, Dedi Wijayanto, mengatakan berdasarkan informasi awal warga, titik api muncul di sisi utara lahan sebelum merembet dengan cepat ke area sekitarnya.

“Informasi awal dari warga, sudah ada titik api di sisi utara, kemudian merembet dengan cepat ke bagian truk dan limbah kapuk itu,” katanya di lokasi kejadian.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, salah seorang saksi sedang memperbaiki komponen mesin las di belakang truk Fuso yang berada di sisi timur lahan. Tiba-tiba, api terlihat membesar dari belakang truk di sisi barat.

Saksi kemudian meminta bantuan dua orang lainnya untuk memadamkan api, tetapi kobaran semakin membesar dan membakar tumpukan limbah kapuk kering serta bagian belakang truk.

Proses pemadaman kebakaran. (Foto: Istimewa)

Dedi menjelaskan, langkah awal petugas adalah melokalisasi api di area yang berdekatan dengan permukiman. Penyemprotan dilakukan agar kobaran tidak menjalar ke bangunan lain, termasuk pondok pesantren yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.

“Yang kami lakukan pertama melokalisasi api yang dekat permukiman. Kami lakukan penyemprotan dulu agar api tidak meluas ke bangunan sekitarnya,” jelasnya.

Selain melakukan penyemprotan, petugas berupaya mengantisipasi dampak panas terhadap bangunan pondok pesantren di sekitar lokasi.

Penanganan tumpukan limbah kapuk juga membutuhkan penyiraman menyeluruh agar tidak menyisakan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur dikerahkan, yakni dua unit armada Damkar Satpol PP Kudus, satu unit BPBD Kudus, serta masing-masing satu unit pemadam dari PT Djarum Kudus dan PT Pura Kudus. Petugas kepolisian dari Polsek Kaliwungu turut mendatangi lokasi, membantu mengendalikan situasi, serta meminta keterangan para saksi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 17.30 WIB.

Setelah pemadaman, Bhabinkamtibmas Desa Bakalankrapyak melakukan patroli dan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah komponen truk Fuso mengalami kerusakan.

Data penanganan menyebutkan sebanyak 15 buah ban, onderdil, dan rangka mesin truk Fuso bernomor polisi H 1573 NE terdampak kebakaran, dengan taksiran kerugian material sekitar Rp150 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kondisi kemarau panjang yang membuat tanah dan semak belukar mengering disebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan api cepat meluas. Meski demikian, lokasi yang dapat dijangkau kendaraan pemadam memudahkan petugas melakukan penanganan hingga kobaran api berhasil dikendalikan. (YM/YM)


Post Views: 8

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *