Kudus, Liputan7.Net – Beragam pameran proyek kreatif, permainan edukatif, hingga tantangan robotik mewarnai pelaksanaan STEAM Festival 2026 yang digelar SD Masehi Kudus, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan bertema “Growing Green Minds for a Changing Climate” tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus belajar tentang teknologi, lingkungan, dan kolaborasi.
Kepala SD Masehi Kudus, Subekti Kusumadewi, S.S., M.Pd., mengatakan festival tersebut dirancang sebagai media pembelajaran berbasis STEAM atau Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung berbagai konsep pembelajaran melalui proyek dan permainan edukatif,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, festival ini melibatkan sebanyak 925 peserta yang terdiri dari 446 siswa, 446 orang tua atau wali murid, serta 33 guru dan staf sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kepedulian anak terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa anak-anak juga bisa ikut berkontribusi menjaga lingkungan melalui langkah sederhana dan inovatif,” katanya.
Dalam festival tersebut, siswa menampilkan berbagai hasil proyek pembelajaran berbasis STEAM dari masing-masing kelas. Salah satunya miniatur TMII interaktif yang memadukan konsep gaya dan gerak, rekayasa sederhana, seni, hingga matematika dalam satu karya.
Selain itu, ada pula proyek Diorama Lingkungan dan Edukasi Mobil Bersih (E-MOBE), miniatur kampung hemat energi, hydromini project, model energi alternatif, serta Smart Solar System Museum yang menyajikan penjelasan digital mengenai tata surya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Chandra Bayu Widiatmoko, S.Pd., mengatakan festival tidak hanya menghadirkan pameran karya siswa, tetapi juga berbagai tantangan dan permainan berbasis STEAM yang melibatkan seluruh peserta.
“Anak-anak mengikuti permainan seperti membuat jembatan dari stik tanpa lem, menyusun rangkaian listrik, coding, hingga tantangan robotik yang sangat menarik bagi mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan outdoor dan indoor disusun agar peserta dapat belajar sambil bermain bersama keluarga. Pada sesi indoor, panitia menghadirkan pameran produk, talent show, dan fashion show berbahan barang bekas.
Sedangkan pada sesi outdoor, peserta mengikuti tantangan STEAM, eksebisi ekstrakurikuler, hingga praktik teknologi sederhana seperti energi angin dan robotik berbasis voice instruction.
Menurut Chandra, konsep festival keluarga dipilih agar orang tua juga dapat terlibat aktif dalam proses belajar anak dan merasakan suasana pembelajaran kreatif di sekolah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa membuat anak-anak lebih percaya diri, berani berinovasi, serta mampu bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Melalui STEAM Festival 2026, SD Masehi Kudus berharap pembelajaran berbasis proyek dan teknologi dapat semakin diminati siswa sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini. (AS/YM)
Post Views: 52
