KUDUS, Liputan7.Net – Pura Group menyatakan tetap mendukung kebijakan work from home (WFH) yang diimbau pemerintah sebagai bagian dari efisiensi energi. Namun, penerapannya dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan karakteristik pekerjaan di masing-masing lini.
Direktur HR–GA Pura Group, Agung Subani, menegaskan bahwa pihaknya menghormati setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan nasional, termasuk efisiensi energi dan keberlanjutan operasional dunia usaha.
Menurutnya, skema WFH tidak bisa diterapkan secara menyeluruh, mengingat sebagian besar aktivitas perusahaan berada pada sektor produksi yang membutuhkan kehadiran fisik pekerja.
“Perusahaan melakukan penyesuaian secara proporsional dan selektif. Skema WFH dapat diterapkan pada fungsi-fungsi tertentu yang bersifat work anywhere atau back office, sepanjang tidak mengganggu efektivitas kerja dan pelayanan kepada mitra usaha,” ujarnya.
Sementara itu, untuk lini produksi dan operasional pabrik, kegiatan tetap berjalan normal dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Agung menambahkan, Pura Group juga telah lebih dulu menerapkan sistem lima hari kerja untuk kantor perwakilan. Bahkan, mulai 16 April 2026 mendatang, kebijakan serupa akan diberlakukan bagi staf di unit produksi dengan penyesuaian sistem penggajian.
Terkait potensi kecemburuan sosial antara karyawan back office yang bisa WFH dan pekerja produksi yang harus tetap masuk, pihaknya memastikan tidak ada kesenjangan. Hal itu karena seluruh kebijakan tetap mengacu pada aturan ketenagakerjaan dan perjanjian kerja bersama (PKB).
Selain WFH, perusahaan juga telah menyiapkan langkah alternatif untuk efisiensi energi, salah satunya dengan menyediakan armada bus karyawan sejak masa pandemi Covid-19. Fasilitas ini melayani rute dari Semarang ke Kudus serta beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, dan hingga kini masih terus dimanfaatkan oleh karyawan.
Di sisi lain, Pura Group juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada bahan baku, khususnya untuk produk berbasis solvent pada unit usaha percetakan.
“Menyikapi hal ini, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari efisiensi di berbagai lini, pencarian bahan substitusi, hingga penyesuaian proses produksi dan kalkulasi harga produk,” jelasnya.
Pura Group berharap kondisi krisis global dapat segera mereda sehingga iklim usaha kembali stabil dan potensi efisiensi tenaga kerja dapat dihindari. (YM/YM)
Post Views: 1
