KUDUS, Liputan7.Net – Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muria Kudus (UMK), mendapat kesempatan mengasah kemampuan mengajar secara langsung di Thailand. Mereka mengikuti program Teaching Practicum dan KKN Internasional yang berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga September 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya UMK memberikan pengalaman pembelajaran di lingkungan internasional kepada mahasiswa. Tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan, karakter siswa, serta budaya yang berbeda.
Selama berada di Thailand Selatan, para mahasiswa ditempatkan di sejumlah sekolah mitra. Di antaranya Muslimeensuksa School, Songsermsasana School, Pattanawittaya School, dan Santi Witya Serong School, serta beberapa sekolah lainnya.
Di sekolah-sekolah tersebut, mahasiswa terlibat dalam proses pembelajaran bersama guru dan siswa setempat. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan pedagogik sekaligus menggunakan bahasa Inggris dalam situasi pembelajaran yang nyata.
Teaching Practicum menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kesiapan sebagai calon pendidik. Mereka tidak hanya diminta memahami teori pembelajaran, tetapi juga harus mampu menyiapkan materi, menyampaikan pelajaran, mengelola kelas, serta menyesuaikan metode dengan kondisi peserta didik.
Pengalaman mengajar di luar negeri juga membuat mahasiswa harus menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan pembelajaran di Indonesia. Perbedaan karakter siswa, lingkungan sekolah, kebiasaan, hingga kondisi sosial menjadi bagian dari proses yang harus mereka pahami selama menjalankan program.
Selain praktik mengajar, mahasiswa UMK juga mengikuti KKN Internasional. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pendampingan siswa di asrama, aktivitas pembinaan, kegiatan sosial, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Program ini turut menjadi ruang pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia dan masyarakat Thailand. Mahasiswa memperkenalkan berbagai budaya Indonesia kepada siswa maupun masyarakat setempat, sementara mereka juga berkesempatan mengenal secara langsung kehidupan dan tradisi masyarakat Thailand Selatan.
Salah satu mahasiswa, Leni Sukmasari, menilai program tersebut memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga dapat memperluas wawasan melalui interaksi lintas budaya.
“Menurut saya kegiatan ini bagus sekali karena Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMK betul-betul memberi kami pengalaman internasional. Kami juga mendapat peluang untuk berbagi budaya sekaligus mempelajari budaya negara lain,” kata Leni.
Meski memberikan banyak pengalaman baru, Leni mengakui terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi selama mengikuti program. Salah satunya adalah proses adaptasi terhadap kebiasaan masyarakat dan kondisi lingkungan di Thailand.
“Kami juga punya tantangan untuk bisa beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan di Thailand, khususnya cuaca yang cukup panas sekali,” ujarnya.
Pengalaman tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa membangun berbagai kemampuan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. Selain kompetensi mengajar, mereka juga belajar berkomunikasi lintas budaya, bekerja sama, beradaptasi, menyelesaikan persoalan, serta membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan Teaching Practicum dan KKN Internasional juga menjadi bagian dari implementasi Akreditasi Unggul Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMK. Kualitas program studi tidak hanya ditunjukkan melalui capaian akademik dan tata kelola, tetapi juga melalui pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan kebutuhan pendidikan global.
Program internasional tersebut sekaligus memperkuat kerja sama antara UMK dan Al Hidayah Foundation yang selama ini telah berjalan. Kolaborasi tersebut terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pendidikan internasional dan kini telah memasuki batch keenam.
Direktur Al Hidayah Foundation, Adul Maetam, Ph.D., yang juga merupakan staf pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Songkhla, menyambut positif keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, kerja sama yang berlangsung menunjukkan hubungan pendidikan antara kedua pihak semakin berkembang.
Ia menilai keberadaan mahasiswa UMK di Thailand Selatan memberikan kontribusi positif, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun interaksi sosial dan budaya. Program tersebut juga dinilai dapat memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Thailand melalui bidang pendidikan.
Bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMK, kesempatan mahasiswa menjalani praktik mengajar di Thailand menjadi bagian dari strategi membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menghadapi lingkungan kerja global.
Melalui pengalaman langsung di sekolah luar negeri, mahasiswa memperoleh pembelajaran yang tidak sepenuhnya bisa didapatkan di ruang kuliah. Mereka belajar menjadi calon guru dengan menghadapi situasi nyata, berinteraksi dengan peserta didik dari latar budaya berbeda, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Program Teaching Practicum dan KKN Internasional tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran calon guru dapat dilakukan melampaui batas ruang kelas dan negara. Dengan pengalaman internasional yang berkelanjutan, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMK terus mendorong lahirnya calon pendidik yang kompeten, adaptif, percaya diri, serta memiliki wawasan global. (AS/YM)
Post Views: 30
