0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus berani melahirkan gagasan dan terobosan baru dalam dunia pendidikan tinggi Islam. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya melaunching UIN Sunan Kudus sekaligus memberikan kuliah umum, Kamis (20/8/2026).

Menurut Nasaruddin, transformasi UIN Sunan Kudus tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai perubahan nama atau status kelembagaan. Perubahan tersebut harus menjadi kesempatan bagi kampus untuk membangun karakter akademik yang memiliki ciri khas serta mampu menawarkan sesuatu yang berbeda dari perguruan tinggi lainnya.

Ia meminta civitas akademika UIN Sunan Kudus tidak hanya mengikuti pola yang sudah diterapkan kampus lain. Menurutnya, perguruan tinggi Islam justru memiliki ruang yang luas untuk menciptakan model pendidikan yang menggabungkan kecerdasan intelektual dengan pembentukan kualitas batin.

“Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan,” tegas Nasaruddin.

Ia menilai keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru merupakan salah satu modal penting bagi UIN Sunan Kudus dalam menentukan posisi di tengah persaingan perguruan tinggi. Karena itu, kampus didorong untuk tidak sekadar mengejar ketertinggalan dari institusi pendidikan tinggi lainnya.

“Jadilah kampus yang pertama. Jangan hanya berkiblat pada kampus lain,” pesannya.

Nasaruddin juga mengingatkan agar UIN Sunan Kudus tidak menjadikan peringkat perguruan tinggi maupun ukuran formal sebagai satu-satunya tujuan pengembangan kampus. Ia berharap kampus mampu menghadirkan kualitas dan kondisi baru yang bahkan belum memiliki tolok ukur sebelumnya.

“UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peluang untuk membangun identitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Launching UIN Sunan Kudus diawali dengan agenda penyambutan mahasiswa baru. Setelah itu, Menteri Agama bersama jajaran melakukan peresmian Gedung Kuliah Terpadu dan Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat dukungan terhadap kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi di lingkungan kampus. Infrastruktur akademik dinilai menjadi bagian penting dalam menunjang transformasi UIN Sunan Kudus ke depan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai bagian dari penerapan konsep ekoteologi. Langkah tersebut menjadi simbol upaya menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menteri Agama mengatakan keberadaan UIN Sunan Kudus memiliki nilai penting dalam perkembangan pendidikan Islam. Ia menyebut kedatangannya bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Agama sebagai bentuk perhatian terhadap perjalanan dan potensi kampus tersebut.

“Kami datang bersama Pak Sekjen. Ini merupakan suatu bentuk penghargaan. Ada alasan mengapa tempat ini kami anggap sebagai sesuatu yang sangat berharga, sebagai super treasure,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, M.A., menjelaskan perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut sebelum bertransformasi menjadi universitas Islam negeri.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan UIN Sunan Kudus berlangsung melalui proses panjang. Institusi tersebut sebelumnya berawal dari fakultas cabang, kemudian berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang berdiri secara mandiri hingga akhirnya memperoleh mandat untuk bertransformasi menjadi UIN Sunan Kudus.

Berbagai capaian juga telah diraih kampus dalam perjalanan kelembagaannya. Prestasi tersebut mencakup pengembangan akademik, penguatan institusi, riset, publikasi ilmiah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan sarana dan prasarana.

Menurut Abdurrohman, perubahan status menjadi UIN Sunan Kudus membawa tanggung jawab yang lebih besar. Transformasi tersebut harus diikuti dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang semakin luas dan mampu mempertemukan berbagai disiplin keilmuan.

Launching UIN Sunan Kudus diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya akademik baru yang menggabungkan ilmu pengetahuan, inovasi, spiritualitas, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari warisan Sunan Kudus.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, para rektor PTKIN se-Jawa Tengah, pimpinan perguruan tinggi di Kabupaten Kudus, serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika UIN Sunan Kudus. (AS/YM)


Post Views: 29

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *