0 4 min 6 mths

Kudus, Liputan7.Net – Rencana pemerintah pusat menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mendapat sambutan positif dari pemerintah desa di Kabupaten Kudus. Skema tersebut dinilai tidak hanya memperkuat tata kelola distribusi bantuan, tetapi juga berpotensi mendorong koperasi desa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Moh. Khanafi mengatakan, pemerintah desa siap mengawal implementasi kebijakan tersebut karena selama ini desa sudah terbiasa terlibat dalam proses distribusi bantuan kepada masyarakat.

Desa itu sebenarnya sudah terbiasa membantu proses distribusi. Mulai dari pendataan, penyebaran undangan, sampai penyediaan tempat di balai desa. Jadi ketika koperasi dilibatkan, kami melihat ini sebagai penguatan dari sistem yang sudah berjalan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurut Khanafi, pelibatan koperasi akan memperjelas mekanisme penyaluran bansos di tingkat desa sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak yang terlibat.

Tinggal bagaimana kepala desa mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Karena secara praktik, desa itu sudah siap, tinggal diperkuat saja melalui koperasi,” tambahnya.

Ketua KDMP Ngembal Kulon, Riwi Budi Martono menilai kebijakan tersebut dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan koperasi desa yang saat ini masih dalam tahap awal pertumbuhan.

Kalau penyaluran bansos lewat koperasi, tentu ini peluang besar. Karena akan ada aktivitas, ada transaksi, dan itu bisa menghidupkan koperasi,” katanya.

Saat ini KDMP Ngembal Kulon memiliki 74 anggota, dengan sekitar 10 persen berasal dari kalangan ASN. Namun demikian, Riwi mengakui animo masyarakat untuk bergabung sebagai anggota koperasi masih belum tinggi.

Animo warga untuk menjadi anggota memang belum kelihatan. Karena kegiatan koperasi baru berjalan di satu unit usaha, yaitu distribusi LPG,” jelasnya.

Ia menyebut tantangan terbesar koperasi saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat yang masih memandang koperasi hanya sebagai lembaga simpan pinjam.

Padahal itu hanya salah satu unit usaha. Ke depan, kami ingin mengembangkan usaha lain supaya manfaatnya lebih terasa,” tuturnya.

Riwi berharap, jika bansos nantinya benar-benar disalurkan melalui koperasi, maka akan terjadi peningkatan transaksi yang berdampak langsung pada pertumbuhan usaha koperasi dan ekonomi warga desa.

Kalau nanti bantuan juga bisa dikelola lewat koperasi, misalnya pengadaan barangnya dari koperasi, itu akan menambah transaksi. Dari situ koperasi bisa berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Arifin, saat kegiatan syukuran selesainya pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sidorekso pada 5 Maret 2026, menyampaikan bahwa gedung koperasi desa di wilayahnya telah selesai dibangun dan tinggal menunggu serah terima serta regulasi operasional.

Pembangunannya sudah jadi, tapi memang belum ada serah terima. Karena bertepatan bulan puasa, Koramil mengadakan kegiatan pembagian takjil sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat bahwa koperasi desa di Sidorekso sudah selesai dibangun,” ujarnya.

Ia berharap koperasi desa nantinya benar-benar mampu memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harapan kami koperasi desa ini bisa berjalan seperti yang diharapkan Pak Presiden, sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama jika ada peningkatan ekonomi dan hasilnya juga bisa dirasakan desa,” katanya.

Menurut Arifin, pemerintah desa masih menunggu regulasi resmi terkait mekanisme operasional koperasi sebelum kegiatan usaha dijalankan secara penuh.

Kami masih menunggu regulasi yang baku, karena belum ada kepastian terkait pegawainya siapa saja. Kami tidak berani menjalankan sebelum ada aturan yang jelas. Saat ini yang berjalan baru kepengurusan dan mencari anggota,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila koperasi nantinya telah beroperasi dan menghasilkan keuntungan, sebagian laba akan dikembalikan untuk mendukung pembangunan desa.

Yang jelas kalau memang ada laba, nanti laba bersihnya 20 persen untuk desa,” ungkapnya.

Arifin juga menyebut sektor pertanian, khususnya padi, menjadi potensi utama Desa Sidorekso yang dapat dikembangkan melalui koperasi desa ke depan.

Ketahanan pangannya ya petani, sawah, padi, hampir rata-rata. Selain itu ada juga peternak dan perikanan, tapi mayoritas padi,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 12



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *