Kudus, Liputan7.Net – Persiku Kudus dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Wergu Wetan sebagai kandang pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Kondisi tersebut memaksa tim berjuluk Macan Muria mencari markas sementara selama proses pembongkaran dan pembangunan ulang stadion kebanggaan masyarakat Kudus itu berlangsung.
Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia (Resmi) Abdul Fuad Amirul Adha mengatakan, hingga saat ini manajemen masih mengkaji lokasi yang akan dijadikan homebase sementara.
Keputusan tersebut juga masih menunggu hasil negosiasi dengan calon sponsor utama yang tengah dijajaki.
“Karena itu sponsor tunggal kayaknya. Kami masih memakai nama Persiku Kudus dan homebase utama tetap di Stadion Wergu, tapi berhubung dibongkar mau tidak mau tetap pindah, karena dibongkar, bukan karena kami pindah homebase selamanya,” kata Amirul, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, perpindahan kandang bukan karena perubahan identitas klub maupun relokasi permanen.
Persiku tetap akan bermarkas di Kudus setelah pembangunan Stadion Wergu Wetan selesai dilakukan.
Di antara sejumlah opsi yang tersedia, Stadion R. Maladi Sriwedari Solo menjadi alternatif yang paling realistis untuk digunakan selama satu musim kompetisi mendatang.
“Paling masuk akal kalau sama-sama tanpa penonton di Sriwedari Solo,” ujarnya.
Stadion Sriwedari bukan tempat yang asing bagi Persiku. Pada putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026, stadion tersebut sempat digunakan sebagai kandang sementara saat Persiku menjalani laga home.
Kala itu, Persiku tercatat dua kali bermain di Sriwedari, yakni saat menjamu Persela Lamongan dan Persipal Palu.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen jika akhirnya memilih stadion bersejarah di Kota Solo tersebut sebagai markas sementara.
Sementara itu, di tengah ketidakpastian lokasi kandang, manajemen tetap fokus mempersiapkan tim menghadapi musim baru.
Sejumlah agenda penting sedang dikebut, mulai dari finalisasi sponsor, penyusunan skuad pemain hingga penentuan pelatih kepala.
Amirul mengungkapkan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama pemain yang masuk dalam radar rekrutmen.
Mayoritas merupakan pemain Liga 2 yang dinilai memiliki kualitas untuk memperkuat Persiku musim depan.
“Komposisi pemain kami sudah ada beberapa nama, pelatih juga sudah muncul. Terus pemain juga kami sudah menyusun daftar nama baru melakukan negosiasi. Mungkin nama-nama pemain tidak asing, paling kami ambil negosiasi dengan beberapa pemain Sleman, terus Deltras, terus Lamongan. Kami ambil pemain Liga 2 yang menurut kami layak untuk Persiku,” katanya.
Manajemen berharap proses negosiasi sponsor dan pembentukan tim dapat segera rampung agar Persiku memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan persiapan sebelum Liga 2 musim 2026/2027 resmi bergulir. (YM/YM)
Post Views: 7
