0 5 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pati menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun peradaban melalui penguatan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial.

Komitmen tersebut diteguhkan dalam puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang dipusatkan di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (31/5/2026).

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Lintal Muna, mengatakan perjalanan Aisyiyah selama 109 tahun menjadi bukti nyata besarnya kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Sejak berdiri pada 19 Mei 1917, organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut terus berkembang menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saat ini Aisyiyah telah memasuki usia ke-109 tahun. Kontribusi yang diberikan kepada bangsa dan masyarakat sangat besar sejak pertama kali berdiri hingga sekarang,” ujarnya.

Menurut Lintal, salah satu tonggak penting perjalanan Aisyiyah adalah berdirinya TK Aisyiyah Bustanul Athfal pada 1919 yang dikenal sebagai taman kanak-kanak pertama di Indonesia.

Keberadaan lembaga tersebut menunjukkan bahwa sejak awal Aisyiyah telah menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi dan peradaban bangsa.

“TK Aisyiyah Bustanul Athfal merupakan tonggak sejarah pendidikan anak usia dini di Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa sejak awal Aisyiyah telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Peringatan Milad ke-109 di Kudus tidak hanya diisi dengan pengajian akbar, tetapi juga rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh unsur organisasi hingga tingkat cabang dan ranting.

Berbagai kegiatan tersebut meliputi pelatihan pemulasaran jenazah, lomba pidato, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), hingga Senam Aisyiyah Bahagia yang diikuti para guru TK Aisyiyah.

Selain itu, digelar pula lomba Senam Hizbul Wathan bagi peserta didik TK Aisyiyah, lomba kreasi makanan pendamping ASI (MPASI) dan plating kreatif tingkat cabang, serta lomba video ucapan Milad yang diikuti pimpinan ranting dan amal usaha Aisyiyah.

Di bidang kesehatan, PDA Kudus menggelar Safari Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa pemasangan implan dan IUD gratis.

Program tersebut berhasil menjaring 70 akseptor yang terdiri atas 41 peserta pemasangan implan dan 29 peserta pemasangan IUD.

Majelis Kesehatan PDA Kudus juga menyelenggarakan seminar kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.

Saat ini Aisyiyah Kudus mengelola berbagai amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Di sektor pendidikan terdapat 20 TK Aisyiyah, 17 Kelompok Bermain, 11 Tempat Penitipan Anak, serta satu sekolah dasar. Sementara di bidang sosial, organisasi tersebut mengelola panti asuhan dan panti lansia yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada sektor ekonomi, Aisyiyah mengembangkan pemberdayaan anggota melalui Toko Kita dan program ISWARA (Ikatan Saudagar Wirausaha Aisyiyah) yang menjadi wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Lintal menegaskan bahwa dakwah yang dijalankan Aisyiyah tidak berhenti pada aspek keagamaan semata, tetapi diwujudkan dalam berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ajaran Islam tidak hanya dipahami sebagai teks yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pelayanan sosial,” tegasnya.

Ke depan, Aisyiyah Kudus juga akan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPKPG Aisyiyah Kudus.

Tahun ini, organisasi tersebut memperoleh satu titik lokasi pelaksanaan di Desa Loram Kulon yang akan melayani anak sekolah, balita, peserta posyandu, serta lansia.

Selain itu, santunan bagi 448 lansia akan disalurkan melalui 12 cabang dan 72 ranting Aisyiyah di Kabupaten Kudus sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kepedulian sosial.

Puncak peringatan Milad ke-109 ditandai dengan Pengajian Akbar Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pati, pembagian hadiah perlombaan, serta bazar UMKM yang melibatkan cabang-cabang Aisyiyah dan pelaku usaha binaan ISWARA.

Menurut Lintal, kiprah yang telah dibangun Aisyiyah selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pendamping pembangunan, tetapi juga aktor utama yang ikut menentukan arah kemajuan bangsa melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial.

“Melalui dakwah kemanusiaan, Aisyiyah terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat peran perempuan dalam membangun peradaban yang berkemajuan, damai, dan bermartabat,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 65

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *