KUDUS, ISKNEWS.com – Bermain, memasak, hingga belajar bahasa Inggris dimanfaatkan Sarang Tumbuh Playdate sebagai media untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Lewat kelas bermain tematik bertajuk Funtastic English, puluhan anak diajak mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif melalui aktivitas yang menyenangkan di MVR Resto Gondangmanis, Kudus, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu di antara program rutin Sarang Tumbuh, sebuah kelas bermain berbasis stimulasi yang menggabungkan pendekatan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Berkolaborasi dengan English With Miss Arsya, tema kali ini mengangkat konsep cooking class dengan bahasa pengantar bilingual agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.
Founder Sarang Tumbuh Playdate, Rizky Amalia, mengatakan Sarang Tumbuh lahir sebagai wadah bagi orang tua yang ingin memberikan stimulasi tumbuh kembang kepada anak tanpa harus melalui metode belajar yang kaku.
“Di Sarang Tumbuh kami percaya bahwa dunia anak adalah bermain. Karena itu, setiap aktivitas kami kemas dalam bentuk permainan, tetapi di balik permainan tersebut ada tujuan stimulasi yang sudah dirancang sesuai tahap perkembangan anak,” ujarnya.
Berbeda dengan kelas bermain pada umumnya, Sarang Tumbuh berada di bawah pendampingan berbagai tenaga profesional. Mulai dari dokter spesialis anak, bidan, perawat, terapis, hingga tenaga pendidikan turut terlibat dalam menyusun materi dan aktivitas setiap pertemuan.
“Semua kegiatan kami berbasis stimulasi. Jadi bukan hanya bermain, tetapi ada target perkembangan yang ingin dicapai sesuai usia masing-masing anak,” jelas Kiki (sapaan akrabnya).
Ia menuturkan, setiap permainan yang diberikan mengacu pada indikator perkembangan atau milestone anak berdasarkan pedoman Denver Developmental Screening Test dan acuan dari Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, setiap aktivitas memiliki manfaat yang terukur bagi tumbuh kembang peserta.
“Karena kami berasal dari latar belakang tenaga kesehatan, maka setiap tema yang dibuat selalu disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Aktivitasnya menyenangkan, tetapi tetap memiliki tujuan edukatif,” katanya.
Pada kelas Funtastic English, anak-anak tidak hanya belajar mengenal kosakata bahasa Inggris, tetapi juga diajak mempraktikkannya secara langsung melalui kegiatan Make Your Own Kebab, permainan interaktif, hingga sesi storytelling. Menurut Kiki, pengalaman langsung seperti ini membuat anak lebih mudah memahami materi sekaligus membangun rasa percaya diri.
“Anak-anak belajar tanpa merasa sedang belajar. Saat memasak, bermain, atau mendengarkan cerita, mereka sebenarnya sedang melatih kemampuan bahasa, komunikasi, motorik, hingga keberanian untuk berinteraksi,” ungkapnya.
Meski baru berdiri sekitar dua bulan, lanjut Kiki, Sarang Tumbuh telah rutin menggelar kelas bermain tematik di berbagai lokasi di Kudus. Selain di MVR Resto, kegiatan juga pernah digelar di ARS dan dalam waktu dekat akan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Asia Kudus melalui kelas bermain yang dipadukan dengan edukasi dari dokter spesialis anak.
Sarang Tumbuh juga membuka kelas berdasarkan kelompok usia, mulai dari bayi usia empat bulan hingga anak usia lima tahun. Kelas dibagi menjadi beberapa kategori, seperti kelas baby, toddler, science, hingga kelas tematik lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Khusus kegiatan kolaborasi seperti Funtastic English, peserta diperluas hingga usia delapan sampai sembilan tahun.
Tidak hanya mendampingi anak saat mengikuti kelas, Sarang Tumbuh juga membangun komunitas bagi para orang tua. Sebelum kegiatan dimulai, peserta akan bergabung dalam grup diskusi yang membahas tumbuh kembang anak, materi stimulasi, hingga aktivitas yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
“Kami ingin orang tua ikut memahami proses stimulasi anak. Jadi setelah kelas selesai, pembelajaran tetap berlanjut di rumah. Harapannya, stimulasi yang diberikan bisa dilakukan secara konsisten oleh keluarga,” tutur Kiki.
Ke depan, Sarang Tumbuh berkomitmen terus menghadirkan kelas bermain dengan tema-tema baru dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut Kiki, konsep belajar melalui bermain menjadi cara yang efektif untuk membantu anak mencapai tahapan perkembangannya sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Harapan kami, Sarang Tumbuh bisa menjadi ruang bagi anak untuk bermain, belajar, dan bertumbuh bersama. Bukan sekadar mengikuti kelas, tetapi benar-benar mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 286
