0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pentingnya data yang akurat, terintegrasi, dan berkualitas sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Satu Data Kabupaten Kudus Semester I Tahun 2026 sekaligus serah terima dan penandatanganan berita acara Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Senin (22/6/2026).

Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat tata kelola data daerah agar seluruh kebijakan pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sambutannya, Sam’ani menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah memiliki peran penting sebagai produsen data. Karena itu, ia meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terus meningkatkan kualitas data sektoral sesuai prinsip Satu Data Indonesia.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Karena itu, kami mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas data, melengkapi data sektoral sesuai standar, serta memperkuat sinergi dengan BPS agar menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan data yang mutakhir menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan maupun pelayanan publik agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Untuk itu, ia mendorong penguatan koordinasi antarperangkat daerah, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi yang lebih erat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses pengelolaan data.

Selain penguatan kualitas data, Sam’ani juga mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah menghadapi transformasi digital. Ia meminta seluruh perangkat daerah mulai mempersiapkan perubahan dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Indeks Pemerintah Digital (PEMDI) sebagai upaya meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.

“Transformasi ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis data sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono menjelaskan bahwa pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah karena menyediakan basis data yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, perangkat daerah perlu memanfaatkan DTSEN secara optimal sekaligus memperkuat kolaborasi dengan BPS dalam proses pengolahan maupun pemutakhiran data agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran.

“DTSEN memberikan dasar data yang lebih terintegrasi untuk mendukung berbagai program pemerintah. Karena itu, perangkat daerah perlu memanfaatkan data tersebut secara optimal serta berkolaborasi dengan BPS dalam proses pengolahan maupun pemutakhiran data agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran,” ungkap Eko.

Melalui Forum Satu Data Kabupaten Kudus Semester I Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap terbangun budaya pengelolaan data yang semakin baik di seluruh perangkat daerah. Dengan data yang berkualitas, pemerintah optimistis mampu menghadirkan kebijakan yang lebih cepat, tepat, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (AS/YM)


Post Views: 26

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *