0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net — Galon bekas disulap menjadi pot tanaman oleh siswa MI Raudlatut Tholibin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Kegiatan kreatif tersebut merupakan bagian dari edukasi ekoteologi yang dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus Kelompok 63 pada Sabtu (15/8/2026).

Mengusung tema “Transformasi Galon Bekas Menjadi Pot Tanaman sebagai Bentuk Peduli Lingkungan melalui Internalisasi Ekoteologi”, kegiatan ini diikuti siswa kelas IV, V, dan VI.

Sebelum praktik, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai ekoteologi. Siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap alam sebagai ciptaan Tuhan.

Mahasiswa KKN kemudian mengaitkan materi tersebut dengan persoalan sampah plastik. Galon bekas yang biasanya tidak lagi digunakan diperkenalkan sebagai barang yang masih dapat dimanfaatkan.

Siswa selanjutnya diajak mengubah galon bekas menjadi pot tanaman. Setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok agar seluruh siswa dapat berpartisipasi secara aktif.

Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa mulai membersihkan galon dan memotong bagian tertentu sesuai kebutuhan. Mereka juga membuat lubang drainase agar galon dapat digunakan sebagai pot.

Setelah bentuk pot selesai, kreativitas siswa mulai terlihat. Mereka menghias dan melukis pot menggunakan berbagai warna serta motif sesuai dengan imajinasi masing-masing.

Tidak berhenti pada pembuatan pot, siswa juga diajak menanam tanaman secara langsung. Dari kegiatan tersebut, mereka memperoleh pengalaman mengenai cara menanam sekaligus merawat tanaman.

Koordinator KKN Kelompok 63 mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Galon bekas yang biasanya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi pot tanaman yang bermanfaat sekaligus memperindah lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan ini memberikan pengalaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Pemanfaatan galon bekas juga menjadi contoh bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat memiliki fungsi baru.

Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tersebut mendorong siswa untuk mengenal pemanfaatan kembali barang bekas dan pentingnya penghijauan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari penerapan ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Kelompok 63 berharap kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat terus tumbuh. Kebiasaan memanfaatkan barang bekas dan merawat tanaman diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal mereka. (*)


Post Views: 12

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *