0 5 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net – Atmosfer balap motor akan kembali menggema di Kabupaten Kudus.

Setelah vakum selama sembilan tahun, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus berencana menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Jawa Tengah di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 12–13 September 2026.

Ajang bergengsi tersebut ditargetkan diikuti sedikitnya 120 pembalap dari berbagai daerah, termasuk sejumlah rider nasional.

Rencana penyelenggaraan kejuaraan itu mengemuka setelah jajaran Pengkab IMI Kudus melakukan audiensi dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, IMI memaparkan konsep pelaksanaan balapan sekaligus meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

Ketua Pengkab IMI Kudus, Christian Rahardianto, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan penyelenggaraan event sejak Februari 2026.

Saat ini panitia tinggal menunggu persetujuan akhir agar persiapan teknis dapat segera dimaksimalkan.

Menurut Christian, tujuan utama penyelenggaraan road race bukan sekadar menghadirkan tontonan olahraga otomotif, melainkan menjadi solusi untuk menekan maraknya aksi balap liar di Kabupaten Kudus.

“Sasaran utama kami adalah mengurangi balap liar. Kami ingin memberikan wadah prestasi bagi anak-anak muda yang memiliki hobi balap motor, baik road race maupun drag bike, sehingga mereka bisa menyalurkan bakatnya secara aman dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, terakhir kali Kudus menggelar road race sekitar sembilan tahun lalu.

Sejak itu tidak ada lagi event resmi karena Kabupaten Kudus belum memiliki sirkuit permanen.

Sebagai solusi, IMI mengusulkan pemanfaatan kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sebagai lintasan sementara, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Di Jawa Tengah, selain daerah yang memiliki sirkuit permanen, sebagian besar menggunakan kawasan alun-alun sebagai lintasan road race. Konsep itu yang akan kami terapkan di Kudus,” katanya.

Balapan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Pada hari pertama, penutupan jalan hanya dilakukan selama perlombaan berlangsung.

Setelah pukul 17.00 WIB arus lalu lintas akan kembali dibuka sebelum ditutup lagi pada hari berikutnya.
Selain menjadi wadah pembinaan atlet, IMI Kudus juga berharap penyelenggaraan kejuaraan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran pembalap, mekanik, ofisial, dan penonton dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan pelaku UMKM, hingga mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Kudus.

“Kami yakin dampak ekonominya cukup besar. Hotel-hotel akan penuh, UMKM bergerak, sekaligus menjadi ajang memperkenalkan Kota Kudus yang kini memiliki banyak destinasi wisata,” jelas Christian.

Kejuaraan tersebut berstatus Kejurprov Jawa Tengah sekaligus menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

IMI Jawa Tengah telah memberikan rekomendasi agar Kudus kembali menjadi salah satu tuan rumah kejuaraan resmi.

Sekitar 12 kelas akan dipertandingkan sesuai regulasi IMI, mulai kategori usia 6–8 tahun, 8–12 tahun, 15 tahun ke atas, termasuk kelas lokal dan kelas open.

Motor yang digunakan di antaranya kelas 150 cc standar dan 150 cc tune up.

Panitia menargetkan sedikitnya 120 pembalap mengikuti kejuaraan tersebut. Bahkan, sejumlah pembalap nasional dikabarkan siap meramaikan persaingan karena Kudus sudah lama tidak menjadi tuan rumah road race.

“Antusiasme pembalap sangat tinggi. Informasi dari event organizer, banyak rider nasional yang ingin hadir di Kudus. Target kami minimal 120 peserta,” ungkapnya.

Setiap race akan diikuti maksimal 24 pembalap dengan durasi lomba sekitar 8 hingga 12 putaran.

Lintasan sepanjang kurang lebih 750 meter akan dimulai dari depan Pendapa Kabupaten Kudus, melintasi depan Ramayana menuju Jalan Ahmad Yani, kemudian berputar balik hingga kawasan Toko Mas Candi sebelum kembali ke garis finis di kawasan alun-alun.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik rencana penyelenggaraan Kejurprov Road Race di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Menurutnya, pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung kegiatan positif yang mampu menjadi wadah penyaluran bakat generasi muda sekaligus mengurangi aksi balap liar.

Sam’ani menegaskan, pelaksanaan event harus dipersiapkan secara matang dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta rekayasa lalu lintas agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Silakan dipersiapkan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berprestasi, namun aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Sam’ani.

Ia berharap penyelenggaraan Kejurprov Road Race tidak hanya melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta aktivitas pelaku UMKM selama berlangsungnya kejuaraan. (YM/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *