0 4 min 1 hr

KUDUS, Liputan7.Net – Sebanyak 40 mahasiswa program studi (prodi) pendidikan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melangsungkan Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker pada Selasa (6/10/2026).

Berlangsung di gedung Crystal Building UMKU, Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker ini dihadiri langsung oleh keluarga para mahasiswa serta sejumlah tamu undangan.

Di antaranya ada dari Kolegium Farmasi Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga jajaran pimpinan maupun dekan dan dosen UMKU.

Adapun pelaksanaan pengucapan lafal sumpah apoteker dipimpin oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKU, Apt. Muhammad Nurul Fadel M.Farm. dengan disaksikan langsung oleh segenap tamu undangan.

Usai pelafalan sumpah, dilanjutkan dengan penyerahan surat tanda registrasi apoteker, penyerahan sertifikat profesi, serta penyeraahan sertifikat kompetensi kepada setiap apoteker.

Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua mengucapkan selamat atas capaian yang sudah diperoleh para apoteker yang diambil sumpah hari ini.

Momentum ini merupakan hal yang membahagiakan bagi seluruh apoteker dan keluarga yang selama ini selalu memberi dukungan.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dyah mengajak seluruh apoteker untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Mudah-mudahan setelah ini, semuanya bisa menjadi apoteker profesional yang berakhlak. Yaitu apoteker yang berorientasi pada pelayanan, adaptif dalam perubahan, dan mampu berkolaborasi dan bertanggung jawab pada kesehatan masyarakat Indonesia,” terangnya.

“Selamat memasuki dunia profesi, selamat mengabdi untuk Indonesia,” tegas Prof. Dyah.

Ucapan selamat atas kesuksesan menyelesaikan pendidikan profesi apoteker di UMKU, juga disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Elhamangto Zuhdan, M.K.M.

Menurut dr. Elhamangto, langkah besar yang dipilih mahasiswa ini menegaskan diri bahwa mereka siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat dengan penuh integritas dan profesionalisme.

Lebih lanjut, dr. Elhamangto mengingatkan, banyak hal yang perlu diperhatikan setelah resmi menjadi apoteker. Salah satunya berkaitan dengan regulasi yang harus selalu diperhatikan.

“Selamat dan sukses atas capaian ini, selamat mengabdi di bidang kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes. mengaku, pengambilan sumpah apoteker kali ini makin bermakna karena peserta sumpah tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tapi juga ada dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Pulau Flores.

“Keberagaman ini mempertemukan kita dalam satu semangat pengabdian. Di mana pun Saudara berkarya, bawalah ilmu dan kepedulian untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat,” pesan Rektor.

Dr. Edy mengungkapkan, tantangan profesi apoteker saat ini kompleks. Apoteker tidak hanya dituntut untuk memberikan pelayanan kefarmasian secara komprehensif saja, namun juga harus mampu menjadi seorang pemimpin dalam dunia kerja bidang farmasi.

Untuk itu pihaknya berpesan, apoteker lulusan UMKU harus menjadi pribadi yang unggul dan berintegritas. Dalam bidang pelayanan, apoteker harus bisa menjadi mitra nakes yang baik.

“Apoteker lulusan Universitas Muhammadiyah Kudus harus bisa berkontribusi secara meyakinkan dalam usaha melayani masyarakat,” pesan Rektor.

“Selamat mengemban amanah sebagai apoteker. Semoga Allah SWT membimbing setiap langkah Saudara dan menjadikan pengabdian Saudara bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Dr. Edy.

Peraih nilai tertinggi prodi pendidikan Profesi Apoteker UMKU periode Oktober 2026, apt. Saskia Amini Kalsum S.Farm. mengucapkan terima kasih atas bimbingan sivitas akademika UMKU selama ini.

Mewakili rekan-rekan satu angkatannya, Saskia mengaku, sumpah profesi ini menandai peralihan mereka dari bangku pendidikan menuju tanggung jawab pengabdian yang lebih besar.

“Terima kasih kepada orang tua dan keluarga kami yang selalu sabar dan terus mendukung kami. Terima kasih kepada dosen, pembimbing, serta preseptor yang selama ini membimbing kami,” kata Saskia.

Melalui kesempatan ini, ia mengajak seluruh rekan-rekannya untuk berani menyampaikan hal yang benar, bersedia mendengarkan pasien, dan menyadari kapan perlu bertanya dan belajar lagi.

“Mari menjadi apoteker yang dapat diandalkan, bertutur kata yang menenangkan, dan kehadirannya memberikan manfaat,” ujar Saskia. (YM/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *