KUDUS, Liputan7.Net – Semangat kekeluargaan harus menjadi fondasi utama dalam membangun gerakan koperasi. Pesan itu mengemuka dalam Tasyakuran Hari Koperasi ke-79 yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Kudus di Aula Gedung Pertemuan Lantai 2 Mubarokfood Cipta Delicia, Rabu (15/7/2026) malam.
Mewakili Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dekopinwil Jawa Tengah, Setia Budi Wibawa, mengajak seluruh insan koperasi untuk mengesampingkan perbedaan dan mengedepankan kolaborasi demi kemajuan gerakan koperasi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mempererat kerja sama dan kolaborasi. Yang terpenting adalah bagaimana gerakan koperasi ini tetap berjalan dan semakin berdaya,” ujar Setia.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap koperasi mulai meningkat. Kondisi tersebut harus disambut dengan memperkuat soliditas organisasi agar koperasi mampu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan yang diberikan pemerintah.
Ia menegaskan, semangat koperasi tidak boleh terjebak pada persoalan siapa yang benar atau salah dalam organisasi. Yang lebih penting adalah menjaga persatuan agar koperasi dapat memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Roh koperasi itu adalah kekeluargaan. Bukan mencari siapa yang benar atau salah, tetapi bagaimana bersama-sama membangun gerakan koperasi. Mudah-mudahan mulai tahun ini koperasi bisa lebih berdaya lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekopin Kabupaten Kudus Ali Esmanto mengatakan peringatan Hari Koperasi tahun ini sengaja dikemas dalam bentuk tasyakuran dan dialog bersama pelaku koperasi. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi forum untuk menyerap aspirasi para pengurus koperasi.
“Hari ini kita memperingati Hari Koperasi ke-79 sekaligus mengadakan diskusi dan menyerap aspirasi dari koperasi. Apa yang menjadi masukan akan kami tindak lanjuti melalui program Dekopin bersama Dinas Koperasi,” ujarnya.
Ali menyebut sekitar 50 koperasi mengikuti kegiatan tersebut. Ke depan, pihaknya akan memperluas jangkauan agar semakin banyak koperasi terlibat dalam gerakan Dekopin. Saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Kudus mencapai sekitar 600 unit.
Menurutnya, masih banyak koperasi yang belum memahami peran Dekopin sebagai wadah gerakan koperasi. Karena itu, pengurus akan melakukan pendekatan langsung kepada koperasi-koperasi agar terbangun visi, misi, dan semangat yang sama.
“Kita harus menyatukan hati, menyatukan motivasi, menyatukan visi dan misi, serta menyatukan semangat untuk membangun gerakan koperasi di Kabupaten Kudus. Kalau gerakan koperasi solid, manfaatnya akan kembali kepada seluruh anggotanya,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 51
