KUDUS, Liputan7.Net – Satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter kini menambah sarana pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Armada hibah dari PT Djarum tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari distribusi air hingga penanganan kebakaran.
Penyerahan kendaraan dilakukan di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (1/9/2026).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, truk tangki tersebut memiliki fungsi yang cukup luas. Selain membantu penanganan kebakaran, armada dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman maupun dropping air ke wilayah yang membutuhkan.
“Armada ini nantinya tidak hanya untuk pemadam kebakaran. Ketika dibutuhkan untuk penyiraman tanaman maupun dropping air ke wilayah yang membutuhkan, juga bisa dimanfaatkan,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, tambahan armada tersebut akan memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kendaraan dapat digerakkan sesuai kebutuhan ketika terjadi kondisi yang membutuhkan distribusi air maupun dukungan operasional di lapangan.
“Yang terpenting, kendaraan ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika dibutuhkan untuk penanganan kebakaran, penyiraman maupun distribusi air, bisa segera digunakan,” katanya.
Sam’ani menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Djarum terhadap Pemkab Kudus. Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha turut membantu pemerintah daerah dalam memperkuat sarana pelayanan publik.
“Terima kasih kepada PT Djarum atas dukungan yang diberikan. Armada ini tentu sangat bermanfaat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho, menjelaskan truk tersebut sebelumnya digunakan oleh perusahaan. Kendaraan kemudian masuk dalam program peremajaan armada sehingga diserahkan kepada Pemkab Kudus agar tetap dapat dimanfaatkan.
Menurut Purwono, kendaraan tersebut sudah kurang optimal untuk kegiatan yang membutuhkan respons cepat atau bersifat darurat. Namun, kondisi armada masih mendukung untuk kebutuhan pelayanan air.
“Untuk kegiatan yang sifatnya urgent atau emergency memang sudah kurang optimal. Sehingga kami serahkan kepada Pemkab Kudus untuk kegiatan penyiraman dan dropping air bersih bagi masyarakat,” ujar Purwono.
Ia memastikan komponen utama kendaraan masih berfungsi dengan baik. Pompa truk masih dapat digunakan, sedangkan tangki berbahan stainless steel mendukung pemanfaatannya untuk distribusi air.
“Truk tangkinya masih bagus, pompanya juga berfungsi dengan baik. Tangkinya berbahan stainless, sehingga aman digunakan untuk distribusi air,” jelasnya.
Dengan kapasitas mencapai 5.000 liter, armada tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan Pemkab Kudus dalam merespons kebutuhan masyarakat. Selain mendukung distribusi air bersih dan penyiraman, kendaraan juga dapat digunakan sebagai sarana pendukung ketika terjadi kebakaran.
PT Djarum berharap armada yang sudah tidak digunakan untuk operasional perusahaan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas setelah dialihkan untuk kepentingan pelayanan masyarakat di Kabupaten Kudus. (YM/YM)
Post Views: 27
