0 5 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – SMA Masehi Kudus menggelar Leadership Camp bertema “Lead Yourself Before You Lead Others” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Osimaku atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Gedung Griya Kinasih Yayasan Bina Pelayanan Masehi (YBPM) Kudus itu dirancang untuk membangun karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kerja sama antarsiswa.

Leadership Camp diikuti seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII. Seluruh siswa dibaurkan dalam kelompok-kelompok kecil tanpa membedakan jenjang kelas agar mereka dapat saling mengenal, berinteraksi, dan belajar bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan, sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat antarpeserta.

Kepala SMA Masehi Kudus, Anjar Bagus Kusuma, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu program penguatan karakter yang dikemas dalam Osimaku (Orientasi Siswa Masehi Kudus). Menurutnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mampu melatih kemampuan kepemimpinan dan komunikasi siswa, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih lengkap menghadapi masa depan.

“Selama dua hari ini kami mengadakan Leadership Camp sebagai bagian dari kegiatan Osimaku di SMA Masehi Kudus. Pesertanya terdiri dari siswa kelas X, XI, dan XII yang sengaja kami campur dalam satu kelompok agar mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus saling mengenal,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menggandeng Creazona dengan menghadirkan Coach Harry Xiao bersama tim trainer sebagai fasilitator kegiatan. Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Bina Pelayanan Masehi Kudus yang memfasilitasi seluruh rangkaian pelaksanaan, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal.

Selama dua hari, siswa mengikuti berbagai materi dan permainan edukatif, mulai dari mindset building, goal setting, presentation skills, hingga aktivitas pemecahan masalah melalui permainan kelompok seperti Crazy Straw Game dan Stack the Chair. Beragam aktivitas tersebut disusun untuk melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama dalam tim, sehingga pembelajaran berlangsung lebih interaktif.

Anjar menjelaskan setiap kelompok diberikan tantangan yang harus diselesaikan bersama. Melalui berbagai simulasi tersebut, siswa diajak menggali potensi diri, mengemukakan pendapat, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi secara kolektif, sehingga rasa percaya diri mereka terus berkembang.

Ia mengungkapkan antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Menurutnya, metode pembelajaran yang dipadukan dengan permainan membuat siswa lebih aktif berpartisipasi dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga suasana pelatihan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

“Harapan kami, kegiatan ini mampu meningkatkan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, melatih kemampuan bekerja dalam tim, dan membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum. Kemampuan-kemampuan itu akan sangat dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Anjar menambahkan, Leadership Camp merupakan salah satu agenda dalam Osimaku yang berlangsung selama lima hari. Sebelum pelaksanaan, sekolah juga menggelar pra-Osimaku sebagai sarana sosialisasi agar peserta memahami seluruh rangkaian kegiatan yang akan diikuti selama masa pengenalan sekolah, sehingga proses adaptasi siswa berjalan lebih baik.

Melalui program tersebut, SMA Masehi Kudus ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang. Sekolah juga berkomitmen membekali siswa dengan berbagai soft skill yang dinilai penting untuk menghadapi tantangan masa depan, sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus yayasan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di SMA Masehi Kudus karena selain pembelajaran akademik, siswa juga dibekali keterampilan hidup yang akan berguna di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Yayasan Bina Pelayanan Masehi Kudus, Drs. Prawito, mengatakan Leadership Camp digelar sebagai jawaban atas kebutuhan sekolah dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, yayasan ingin lulusan SMA Masehi Kudus memiliki keunggulan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter, sikap, dan kemampuan berkomunikasi, sehingga memiliki identitas yang kuat.

Ia menilai kolaborasi dengan Creazona mampu memberikan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Melalui pelatihan tersebut, siswa didorong lebih berani berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal, sehingga mereka semakin siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Prawito berharap kerja sama dengan Creazona dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, yayasan akan terus mendukung berbagai program pengembangan karakter dan kepemimpinan yang memberikan dampak positif bagi peserta didik SMA Masehi Kudus, sehingga kualitas lulusan semakin meningkat dari waktu ke waktu. (AS/YM)


Post Views: 26

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *