KUDUS, Liputan7.Net — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan pembiayaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 didominasi dukungan dari pihak swasta.
Dari total anggaran sekitar Rp3,9 miliar, hanya 7 persen yang berasal dari APBD Kabupaten Kudus, sedangkan 93 persen sisanya ditopang sponsorship.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan skema pendanaan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dalam menyukseskan rangkaian perayaan tanpa membebani keuangan daerah.
“Termasuk pihak sponsorship, anggarannya yang kurang lebih menghabiskan Rp3,9 miliar. Tujuh persen hanya dianggarkan oleh Kabupaten Kudus. Jadi, 93 persen semuanya dibiayai oleh pihak swasta atau sponsorship yang mendukung kegiatan-kegiatan hari ini,” kata Sam’ani usai rapat finalisasi rangkaian Hari Jadi Kudus.
Ia berharap berbagai agenda yang telah disiapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Event dan momen ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk UMKM, untuk hiburan, dan untuk meningkatkan destinasi wisata di Kabupaten Kudus, sehingga pendapatan wisata maupun support tourism bisa naik,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, persiapan rangkaian acara telah mencapai sekitar 97 persen. Sisanya hanya tinggal penyempurnaan teknis sebelum seluruh kegiatan resmi digelar.
“Rangkaiannya sudah 97 persen fix. Tiga persen masih ada perubahan-perubahan kecil,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengatakan rapat finalisasi yang digelar bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
“Tadi dilaksanakan rapat finalisasi dalam rangka 17 Agustus dan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. Seperti yang disampaikan Pak Bupati, persiapannya sudah 97 persen. Mungkin masih ada perubahan-perubahan kecil yang sifatnya minor dan tinggal menyempurnakan,” ujar Bellinda.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Insya Allah mohon doanya dari teman-teman media dan masyarakat supaya rangkaian HUT RI tanggal 17 Agustus maupun Hari Jadi Kabupaten Kudus semuanya diberi kelancaran. Saya juga berharap masyarakat bisa berpartisipasi untuk meramaikan Hari Jadi Kabupaten Kudus,” katanya.
Bellinda kembali menegaskan bahwa besarnya dukungan sponsorship menjadi bukti tingginya partisipasi berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan Hari Jadi Kudus.
“Catatannya, anggaran kita cuma tujuh persen dari total anggaran yang ada, dari sekitar Rp3,9 miliar,” tegasnya.
Selain membahas rangkaian kegiatan, Pemkab Kudus juga menyiapkan langkah lanjutan terkait usulan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hari Jadi Kabupaten Kudus dari 23 September menjadi 23 Agustus.
Sam’ani menjelaskan, usulan tersebut akan diajukan kepada DPRD melalui mekanisme Program Legislasi Daerah (Prolegda) dengan dilengkapi naskah akademik.
“Nanti kita sampaikan kepada Dewan. Biar DPR nanti mendiskusikan, masyarakat juga memberikan masukan. Mekanismenya melalui perubahan perda,” jelasnya.
Menurutnya, usulan perubahan itu merupakan hasil kajian yang melibatkan banyak pihak, mulai dari akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), DPRD, tokoh masyarakat hingga para ahli sejarah.
“Semua kita libatkan, dari UGM, UI, DPR, tokoh masyarakat, para ahli. Hasil kajian akademik ini nanti akan memperkuat identitas Kabupaten Kudus,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah hanya memfasilitasi proses tersebut, sedangkan dasar penetapan sejarah sepenuhnya mengacu pada hasil kajian ilmiah para ahli.
“Kami menyerahkan kepada para ahli. Pemerintah hanya memfasilitasi, sementara kajian sejarah dilakukan oleh para akademisi dan tokoh yang memahami sejarah Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 23
