0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Ribuan jamaah memadati kawasan Makam Sunan Muria sejak Senin (29/6/2026) sore hingga Selasa (30/6/2026) dini hari. Antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian Haul Sunan Muria membuat jalur menuju kompleks makam dipenuhi peziarah, sehingga petugas harus bekerja ekstra menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan.

Rangkaian haul diawali dengan pengajian umum pada Senin malam pukul 19.00 WIB, kemudian dilanjutkan pembagian nasi berkat tepat pukul 00.00 WIB. Sejak sore hari, arus jamaah terus berdatangan dari berbagai daerah hingga menyebabkan kepadatan di sejumlah titik menuju makam.

Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, lebih dari 50 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diterjunkan ke lokasi. Pengamanan difokuskan di jalur masuk menuju makam, area Masjid Sunan Muria, hingga kompleks pemakaman agar arus jamaah tetap berjalan tertib.

Salah seorang anggota Banser, Agus Ahmad, mengatakan persiapan pengamanan telah dilakukan jauh sebelum acara dimulai. Menurutnya, pengamanan haul membutuhkan personel yang cukup karena mereka harus berjaga sejak sore hingga pagi hari.

“Pengamanan membutuhkan tenaga yang cukup banyak dan persiapannya dilakukan sejak jauh hari. Personel juga harus berjaga mulai sore sampai pagi,” ujarnya.

Ia mengimbau para jamaah untuk tetap bersabar selama mengikuti rangkaian kegiatan mengingat jalur menuju makam cukup panjang dan kondisi lokasi terbatas.

“Kami berharap masyarakat tetap bersabar karena medannya cukup panjang dan lokasinya tidak begitu luas. Insyaallah semua bisa mengikuti kegiatan dengan aman dan mendapatkan berkah dari Mbah Sunan Muria,” katanya.

Di tengah padatnya arus peziarah, sejumlah pengunjung mengaku terkejut dengan besarnya antusiasme masyarakat. Salah satunya Iqbal, yang baru pertama kali mengikuti Haul Sunan Muria.

Ia mengaku tidak menyangka jumlah jamaah yang hadir begitu banyak hingga menyebabkan antrean dan desak-desakan di beberapa titik.

“Ini pertama kali saya mengikuti Haul Kanjeng Sunan Muria. Saya cukup kaget karena di beberapa titik masih terjadi desak-desakan. Menurut saya, ke depan pengamanannya bisa lebih diperkuat agar jamaah, terutama perempuan dan lansia, merasa lebih nyaman. Meski begitu, antusiasme masyarakat tetap luar biasa karena ingin ngalap barokah,” ungkapnya.

Meski kepadatan sempat terjadi di sejumlah titik, rangkaian pengajian hingga pembagian nasi berkat tetap berlangsung. Antusiasme ribuan jamaah yang memadati kawasan Makam Sunan Muria menunjukkan bahwa tradisi haul masih menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berziarah, mempererat silaturahmi, dan mengenang perjuangan Sunan Muria dalam menyebarkan ajaran Islam.

Penulis : Syukron (PPL UIN SUKU)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *