Sapa Pagi :
Kudus , Internet hari ini bukan lagi kebutuhan tambahan. Ia sudah menjadi infrastruktur dasar. UMKM berjualan online, anak sekolah belajar daring, media hidup dari distribusi digital, bahkan pelayanan publik pun bergantung pada jaringan yang stabil.
Namun di sisi lain, kabel yang membentang tanpa pola seringkali menghadirkan pemandangan semrawut. Tiang bertambah, kabel bertumpuk, dan masyarakat yang setiap hari melintas merasa terganggu. Pemerintah daerah pun berada dalam posisi yang tidak mudah: menata kota tanpa mematikan usaha, menjaga estetika tanpa menghambat investasi.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran dan berkurangnya Dana Transfer Daerah, tentu sulit berharap pembiayaan besar dari APBD untuk membangun jaringan bawah tanah secara menyeluruh. Biayanya tidak kecil. Prosesnya pun berisiko menimbulkan persoalan baru.
Lalu jalan tengahnya di mana?
Mungkin jawabannya bukan pada siapa yang harus membayar, tetapi bagaimana tanggung jawab dibagi secara adil.
Pemerintah daerah cukup berperan sebagai regulator:
menetapkan standar teknis, menentukan jalur resmi, mengatur ketinggian dan keselamatan, serta mewajibkan pembersihan kabel yang sudah tidak aktif.
Sementara infrastruktur fisik dapat dibangun melalui pola kolaborasi.
Salah satu gagasan yang realistis adalah menghadirkan satu jalur kabel udara utama berkapasitas besar yang bisa dipakai bersama. Bukan setiap ISP menarik kabel sendiri-sendiri, tetapi menyewa slot pada jalur yang sudah disepakati. Dikelola melalui konsorsium atau kerja sama yang transparan.
Dengan pola ini:
✔ Kota lebih tertata
✔ ISP tetap berkembang
✔ Pemerintah tidak terbebani anggaran besar
✔ Potensi retribusi bisa menjadi tambahan PAD
Langkah awalnya sederhana: duduk bersama dalam satu forum resmi. Data dibuka, kebutuhan dihitung, masa transisi disepakati. Penataan dilakukan bertahap, bukan mendadak.
Karena pada akhirnya, kita semua berada di sisi yang sama.
Butuh internet yang cepat.
Butuh kota yang rapi.
Butuh kebijakan yang adil.
Inovasi tidak selalu berarti mahal. Kadang ia hanya soal menyatukan niat dan menyederhanakan jalur.
Dan mungkin, inilah saatnya satu jalur, satu komitmen, dan satu langkah bersama diwujudkan.( Mr )
Post Views: 7
