0 5 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Tingginya kasus penyakit jantung anak di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah membuat investor swasta mulai melirik Kabupaten Kudus sebagai lokasi pembangunan rumah sakit khusus jantung anak.

Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperkuat layanan kesehatan anak di wilayah eks Karesidenan Pati.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau langsung pelayanan skrining ekokardiografi bagi anak-anak dalam kegiatan bakti sosial Hari Jadi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Sabtu (24/5/2026).

Kegiatan pemeriksaan jantung anak yang dilaksanakan di Ruang Rehabilitasi Medik Gedung Utama Lantai 3 tersebut melibatkan dokter spesialis jantung anak dan tim medis dari IDAI.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, meningkatnya kasus gangguan jantung anak menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan jantung anak di wilayah Pantura Timur saat ini sangat tinggi sehingga menarik minat investor swasta untuk membangun rumah sakit khusus di Kudus.

“Rumah sakit swasta tertarik untuk membangun rumah sakit khusus jantung anak di Kudus karena kebutuhan pelayanan memang cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi pembangunan rumah sakit tersebut direncanakan berada di kawasan sebelah barat Terminal Induk Kudus. Saat ini komunikasi dan penjajakan dengan investor masih terus dilakukan.

“Lokasinya ada di sebelah barat terminal. Pemerintah Kabupaten Kudus tentu mendukung penuh rencana pembangunan ini,” katanya.

Sam’ani menegaskan, dirinya juga telah memerintahkan jajaran terkait agar membantu proses perizinan dan tahapan administrasi pembangunan rumah sakit tersebut supaya dapat berjalan lebih cepat.

“Saya sudah minta supaya proses perizinan dan administrasi pembangunan rumah sakit ini bisa dibantu dan dipermudah sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit jantung anak nantinya diharapkan mampu melayani masyarakat Kudus maupun daerah sekitar seperti Jepara, Pati, Rembang hingga Blora yang selama ini harus dirujuk ke Semarang atau Jakarta.

“Kalau rumah sakit ini nantinya berdiri, masyarakat Jepara, Pati, Rembang sampai Blora akan sangat terbantu karena tidak perlu jauh-jauh ke Semarang atau Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, dokter spesialis anak konsultan kardiologi dr. Agus Priyatno, Sp.A Subsp.Kardio(K) mengatakan kebutuhan layanan jantung anak di Kudus memang sudah mendesak. Dokter yang juga bertugas di RSUP dr. Kariadi dan RS Telogorejo Semarang itu menyebut jumlah pasien anak yang datang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

“Dalam tiga bulan terakhir pasien yang datang cukup banyak. Karena itu memang perlu ada dokter jantung anak di Kudus supaya masyarakat tidak selalu datang ke Semarang,” ujarnya.

Menurut dr. Agus, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan IDAI kali ini berbeda karena didukung enam alat ekokardiografi atau USG jantung untuk mempercepat pemeriksaan pasien.

“Kami didukung beberapa vendor alat ekokardiografi. Ada enam alat yang digunakan untuk memeriksa pasien yang belum terdiagnosis maupun yang kontrol,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan anak menjalani pemeriksaan jantung. Selain skrining massal, IDAI juga memberikan pelatihan praktis kepada dokter puskesmas dan bidan agar mampu melakukan deteksi dini penyakit jantung pada anak.

Ia menjelaskan, gejala penyakit jantung pada anak bisa dikenali sejak bayi, seperti tubuh tampak kebiruan, berat badan sulit naik, hingga denyut jantung tidak teratur.

“Semakin cepat diketahui, peluang penanganannya juga semakin baik,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Abdul Hakam, Sp.A yang juga dokter spesialis anak mengatakan, Pemkab Kudus saat ini terus mendorong penguatan layanan jantung anak di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Menurutnya, selama ini banyak pasien anak dari Kudus dan sekitarnya harus menjalani pemeriksaan rutin ke Semarang sehingga keberadaan layanan jantung anak di Kudus akan sangat membantu masyarakat.

“Ini sudah diinisiasi oleh Bapak Bupati supaya dokter konsultan jantung anak bisa praktik di Kudus. Sehingga pasien yang biasanya dirujuk ke Semarang bisa ditangani di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain memperkuat layanan dokter spesialis, DKK Kudus juga terus meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas untuk mempercepat deteksi dini kasus penyakit jantung anak.

“Kalau ditemukan sejak awal, peluang penanganannya tentu jauh lebih baik,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 55

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *