0 5 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Kudus.

Sidak yang juga diikuti Ahmad Luthfi serta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati tersebut memastikan stok pangan di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Lebaran.

Dalam pengecekan di pasar tersebut, Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah terus memantau harga bahan pokok melalui aplikasi SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) yang memantau ratusan pasar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, aplikasi tersebut mampu memantau harga di sekitar 550 titik pasar yang tersebar di lebih dari 500 kabupaten/kota. Meski demikian, pemerintah tetap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang secara nyata.

“Kita ingin mengetahui langsung ketersediaan barang dan kondisi harga di lapangan. Kehadiran pemerintah di pasar juga secara psikologis bisa membantu pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Dari hasil pengecekan, sejumlah komoditas di pasar Kudus dinilai masih terkendali. Harga daging tercatat sekitar Rp140 ribu per kilogram, sementara harga ayam berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Harga telur berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit sempat mengalami kenaikan hingga sekitar Rp100 ribu per kilogram, namun kini mulai berangsur turun. Sedangkan cabai merah dan cabai hijau tercatat masih berada di bawah harga acuan pemerintah. Selain itu, harga beras dan minyak goreng rakyat Minyakita juga dipastikan masih dalam kondisi normal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap melakukan intervensi apabila terjadi lonjakan harga komoditas.

“Kita pakai JTAB, BI, termasuk Bulog untuk melakukan operasi pasar dan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan,” ujar Ahmad Luthfi.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus bergerak melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Kita muter melakukan intervensi pasar untuk menjaga stok dan harga tetap stabil. Kita juga berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati memastikan cadangan beras pemerintah di Jawa Tengah saat ini sangat mencukupi.

Ia menyebutkan, jumlah stok beras yang dikuasai Bulog di Jawa Tengah mencapai sekitar 515.722 ton setara beras.

“Dengan rata-rata penyaluran yang akan dilakukan untuk alokasi Februari hingga Maret sekitar 101 ribu ton, artinya stok ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lima sampai enam bulan ke depan,” jelasnya.

Selain itu, saat ini Jawa Tengah juga tengah memasuki masa panen raya sehingga serapan gabah dari petani terus meningkat.

“Rata-rata serapan di Jawa Tengah saat ini sekitar 3.500 ton setara beras per hari, sehingga stok akan terus bertambah,” ujarnya.

Tidak hanya beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat Minyakita dalam jumlah besar.

Menurut Sri Muniati, Bulog Jawa Tengah saat ini menguasai sekitar 9,5 juta liter Minyakita yang disiapkan untuk kebutuhan komersial maupun program bantuan pangan.

“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya,” katanya.

Dalam rangka pengendalian harga menjelang Lebaran, Bulog juga mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026. Penyaluran tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, Bulog juga mulai menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

Bulog bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri juga menggelar program Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Sri Muniati mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait ketersediaan bahan pokok.

“Stok yang dikuasai Bulog sangat kuat, baik beras maupun minyak goreng. Insyaallah harganya juga tetap stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bulog juga menyiapkan jaringan distribusi hingga pasar-pasar tradisional agar masyarakat dapat memperoleh beras SPHP maupun Minyakita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Apabila masyarakat menemukan harga di atas harga eceran tertinggi, kami mohon dapat diinformasikan kepada kami agar segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 4



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *