Kudus, Liputan7.Net – Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan pengobatan gratis yang diselenggarakan dalam rangka Lomba Desa di Kelurahan Mlatinorowito, pada Rabu, 7 Mei 2025.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan sejumlah mitra, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor kesehatan.
Partisipasi RS ‘Aisyiyah diwujudkan melalui layanan kesehatan gratis bagi warga, termasuk pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan umum, serta pemberian obat-obatan.
Tim medis terdiri dari dokter umum dan perawat yang diterjunkan langsung ke lokasi kegiatan, memberikan layanan secara profesional dan humanis.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Sejak pagi, warga dari berbagai lapisan usia memadati lokasi untuk mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma.
Tidak hanya lansia, para ibu rumah tangga, pemuda, hingga anak-anak memanfaatkan kesempatan langka ini untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Selain layanan pengobatan, RS ‘Aisyiyah juga memberikan edukasi seputar pola hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan, serta upaya pencegahan penyakit menular.
Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Humas RS ‘Aisyiyah Kudus, dr. Rizky Ernita Irawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat sekitar.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya menunggu di rumah sakit. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak warga lebih peduli terhadap kesehatannya, sekaligus memudahkan akses mereka terhadap layanan medis yang layak,” ujar dr. Rizky.
Sementara itu, Lurah Mlatinorowito, Ainnur Sri Yulianing, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi RS ‘Aisyiyah Kudus.
Ia menilai, keberadaan layanan pengobatan gratis sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang belum sempat atau belum memiliki akses ke fasilitas kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran RS ‘Aisyiyah Kudus. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara kelurahan dan institusi layanan kesehatan. Semoga kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut di masa depan,” ungkap Ainnur.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pengobatan gratis menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian Lomba Desa, yang tahun ini mengangkat tema swasembada pangan Desa dan Kelurahan Wujudkan ketahanan pangan nasional menuju indonesia emas.
“Kami tidak hanya ingin menang lomba, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat langsung bagi warga. Kesehatan adalah kunci utama masyarakat yang produktif,” tambahnya. (YM/YM)
