0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah mulai memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui kebijakan nasional yang memasukkan taman kanak-kanak (TK) ke dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun.

Selain itu, mulai tahun ini murid TK dari keluarga sasaran juga mulai menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Kebijakan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara utama dalam peringatan Milad ke-25 TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kudus Eny Alifah Kurnia, jajaran tokoh pendidikan, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta ratusan guru dan wali murid.

Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini karena masa tersebut merupakan periode paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.

“Program wajib belajar sekarang dimulai dari taman kanak-kanak. Karena pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang menentukan keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mulai tahun ini peserta didik TK yang masuk kategori penerima Program Indonesia Pintar akan memperoleh bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun. Pemerintah menargetkan sekitar 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia menerima manfaat program tersebut.

Menurut Abdul Mu’ti, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan usia dini sekaligus upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah sejak jenjang prasekolah.

Tak hanya menyasar peserta didik, pemerintah juga memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa sarjana (S-1) bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik.

“Tahun ini kami menyediakan sekitar 150 ribu kuota beasiswa bagi guru yang belum S-1, baik guru negeri maupun swasta, termasuk guru PAUD, TK, dan pendidikan nonformal. Beasiswa diberikan sebesar Rp3 juta per semester melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menjalankan program Satu Hari Belajar Guru, yakni pelatihan rutin yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta komunitas guru untuk meningkatkan kompetensi pendidik.

Abdul Mu’ti menegaskan guru taman kanak-kanak memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi orang pertama yang membangun fondasi karakter dan kebiasaan belajar anak.

“Kalau pendidikan diibaratkan menanam pohon, maka pendidikan anak usia dini adalah menanam akar. Akar yang kuat akan menghasilkan pohon yang kokoh. Karena itu guru TK memiliki tugas yang sangat mulia,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar proses pembelajaran di TK tidak terlalu menekankan aspek akademik.

Menurutnya, pendidikan usia dini harus lebih diarahkan pada pembentukan karakter, kemampuan motorik, bahasa, kreativitas, keberanian, dan kemampuan bersosialisasi.

“Jangan sampai anak TK dibebani pelajaran yang tidak sesuai usianya. Yang paling penting adalah mereka senang belajar, tumbuh percaya diri, mengenal aturan sosial, dan memiliki karakter yang baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti turut mengapresiasi perjalanan 25 tahun TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain yang dinilai konsisten berkontribusi dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, sekolah yang lahir dari gagasan para pemuda Muhammadiyah Kudus tersebut telah berkembang menjadi salah satu TK unggulan di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung penuh penguatan pendidikan anak usia dini melalui berbagai program, termasuk pemberian tunjangan kesejahteraan sebesar Rp1 juta per bulan kepada sekitar 9.000 guru swasta, mulai dari PAUD hingga jenjang pendidikan lainnya. (YM/YM)


Post Views: 48

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *