0 3 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net – Menjelang musim panen, petani di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, memanfaatkan tali plastik sebagai alat sederhana untuk mengusir hama burung yang mengancam tanaman padi, Jum’at (26/6/2026).

Metode tradisional ini dinilai masih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam menjaga hasil panen.

Tali plastik dibentangkan di atas area persawahan dengan mengikatnya pada bambu atau patok kayu. Saat tertiup angin, tali akan bergerak dan memantulkan cahaya matahari sehingga membuat burung enggan mendekati tanaman padi yang mulai menguning dan berisi.

Cara tersebut telah digunakan petani secara turun-temurun. Meski teknologi pertanian terus berkembang, penggunaan tali plastik tetap dipilih karena mudah dipasang, biaya yang dibutuhkan relatif murah, dan cukup efektif mengurangi serangan burung menjelang panen.

Untuk meningkatkan efektivitasnya, sebagian petani menambahkan pita plastik berwarna, kantong plastik bekas, atau potongan kain yang berkibar tertiup angin. Ada pula yang mengombinasikannya dengan kaleng maupun botol plastik bekas yang menghasilkan suara sehingga burung semakin enggan mendekati sawah.

Menurut petani, penggunaan tali plastik jauh lebih hemat dibandingkan pemasangan jaring pelindung yang membutuhkan biaya dan tenaga lebih besar. Selain itu, tali plastik dapat digunakan kembali pada musim tanam berikutnya sehingga membantu menekan biaya produksi pertanian.

“Penggunaan tali plastik ini sudah kami lakukan sejak lama karena biayanya murah dan cukup efektif mengurangi serangan burung saat padi mulai menguning,” ujar salah seorang petani Desa Pasuruan Lor.

Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia maupun perangkap yang dapat melukai satwa. Burung hanya dihalau agar menjauh dari area persawahan tanpa dibunuh, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Meski demikian, efektivitas tali plastik sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat angin bertiup cukup kencang, gerakan tali menjadi lebih aktif sehingga daya usirnya meningkat. Sebaliknya, ketika cuaca tenang, petani biasanya melakukan pengawasan langsung atau menggunakan cara tambahan untuk menghalau burung.

Bagi petani Desa Pasuruan Lor, pemanfaatan tali plastik menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis kearifan lokal masih mampu memberikan solusi praktis dalam menjaga produktivitas pertanian. Di tengah meningkatnya biaya produksi, cara ini tetap menjadi pilihan utama untuk melindungi hasil panen secara efektif dan efisien.(Si’arudin)


Post Views: 52

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *