Kudus, Liputan7.Net – Sebanyak 1.082 peserta didik dari 13 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudlatul Athfal (RA) di Kabupaten Kudus dan Jepara mengikuti kegiatan pengenalan manasik haji yang digelar oleh TKIT Umar Bin Khathab (UBK) Kudus, Senin. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan karakter islami sejak usia dini.
Kepala TKIT UBK Kudus, Eti Nidiawati, S.Pd.AUD menyampaikan, jumlah peserta manasik haji tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya diikuti sekitar 700 anak, tahun ini peserta mencapai 1.082 siswa dari 13 lembaga pendidikan anak usia dini.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Tahun ini jumlahnya meningkat cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya di Kudus, Senin.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga ada perwakilan dari Kabupaten Jepara, yakni TPA Montessori School House Of Pome Jepara.
Menurut Eti, kegiatan manasik haji ini bertujuan mengenalkan kepada anak-anak tentang ibadah haji sebagai rukun Islam kelima. Selain itu, anak-anak juga diajak mempraktikkan secara sederhana rangkaian ibadah haji agar lebih mudah dipahami.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan tata cara ibadah haji sekaligus memotivasi anak-anak agar memiliki cita-cita bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran melalui praktik langsung diharapkan mampu menanamkan nilai keimanan, kecintaan kepada Allah SWT, serta membangun karakter religius pada anak sejak dini.
Selain aspek keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, ketertiban, dan kemampuan anak dalam mengikuti instruksi selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak juga belajar bekerja sama, saling membantu, dan menghargai teman melalui kegiatan bersama seperti ini,” tambahnya.
Menurutnya, manasik haji juga mendukung perkembangan anak dari berbagai aspek, mulai dari nilai agama dan moral, sosial emosional, bahasa, motorik, hingga kemampuan kognitif melalui metode pembelajaran tematik yang menyenangkan.
Eti berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak saat mengikuti aktivitas bersama dalam jumlah besar.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Dr. Wahyul Huda S.Pd.AUD., M.Pd mengapresiasi pelaksanaan manasik haji tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak.
Menurutnya, pengenalan ibadah haji sejak dini dapat membantu menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus memperkuat karakter islami pada anak.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun karakter anak agar lebih religius dan memiliki pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan pembiasaan positif seperti manasik haji dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga memberikan dampak yang lebih luas terhadap pembentukan karakter anak usia dini.
Wahyul Huda juga memberikan apresiasi atas keterlibatan lembaga pendidikan dari luar daerah, yakni Kabupaten Jepara, yang turut meramaikan kegiatan tersebut. (AS/YM)
Post Views: 14
