0 2 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Sebanyak 52 tim futsal pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus ambil bagian dalam ajang Independence Futsal League (IFL) 2026 yang berlangsung di GOR Bung Karno Kudus, 25-30 Agustus 2026.

Kompetisi tersebut mempertandingkan tiga kategori, yakni SMA/MA/SMK putra, SMP/MTs putra, serta futsal putri. Dari total peserta, 30 tim berasal dari jenjang SMA/MA/SMK, 16 tim SMP/MTs, dan enam tim lainnya merupakan tim futsal putri.

Ketua Pelaksana IFL, Bahrul Niam, mengatakan penyelenggaraan kompetisi di Kudus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem futsal sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat olahraga tersebut.

“Kita berkolaborasi dengan Katiga Communication, pemerintah kabupaten, dan teman-teman lainnya. Tahun ini penyelenggaraannya berada di Kabupaten Kudus. Ke depan kemungkinan kami akan melakukan roadshow ke beberapa kota,” kata Niam.

Menurutnya, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup positif dibandingkan sebelumnya. Selain jumlah peserta yang meningkat, kompetisi juga dinilai semakin bergengsi bagi kalangan pelajar.

“Kalau dibandingkan sebelumnya, saat ini lebih meningkat dan memang lebih bergengsi lagi,” ujarnya.

Niam menjelaskan, peserta IFL 2026 seluruhnya berasal dari wilayah Kabupaten Kudus. Setiap kategori pertandingan menggunakan sistem grup yang kemudian dilanjutkan dengan fase gugur untuk menentukan tim terbaik.

Dalam satu tim, panitia memberikan kuota maksimal 14 pemain. Selain pemain, masing-masing tim juga diperbolehkan membawa dua official, satu tenaga medis, serta satu pelatih.

Adapun durasi pertandingan disesuaikan dengan kategori. Untuk kelompok SMP/MTs, pertandingan berlangsung selama 2×10 menit, sedangkan kategori SMA/MA/SMK menggunakan waktu 2×15 menit. Sementara pertandingan futsal putri menggunakan durasi yang sama dengan kategori SMP, yakni 2×10 menit.

Selain menjadi wadah kompetisi, IFL juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet usia muda. Salah satu perhatian ke depan adalah pengembangan futsal putri dan pembibitan pemain sejak usia anak-anak.

“Ke depannya kita ingin membangun ekosistem futsal putri dan juga pembibitan anak-anak,” terang Niam. (AS/YM)


Post Views: 25

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *