0 5 min 3 hrs

KUDUS, Liputan7.Net — Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos Serentak 2026 di Kabupaten Kudus tidak hanya berlangsung di sekolah umum. Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus juga turut ambil bagian dalam pesta demokrasi pelajar tersebut.

Pilketos Serentak 2026 digelar pada Rabu (16/9/2026) dan diikuti sebanyak 91 sekolah tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat di Kabupaten Kudus.

Keterlibatan SLB Negeri Purwosari menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Pilketos tersebut. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengikuti proses pemilihan pemimpin OSIS sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut memantau secara langsung pelaksanaan Pilketos di SLB Negeri Purwosari. Selain itu, monitoring juga dilakukan di SMK Negeri 1 Kudus dan MA Mu’allimat NU Kudus.

Di SLB Negeri Purwosari, terdapat dua calon Ketua OSIS yang mengikuti proses pemilihan. Sam’ani melihat langsung proses pemungutan suara sekaligus berdialog dengan siswa, kepala sekolah dan para guru.

Menurut Sam’ani, Pilketos bukan sekadar kegiatan memilih Ketua OSIS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi yang dapat dikenalkan kepada pelajar sejak berada di bangku sekolah.

“Ini pembelajaran demokrasi, bagaimana kita belajar jujur dan bersemangat dalam kekeluargaan. Beda pendapat dan persaingan itu boleh, tetapi ketika sudah ditentukan siapa yang menang, maka harus didukung,” ujar Sam’ani.

Ia mengingatkan siswa agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Siswa yang terpilih harus menjalankan amanah, sementara mereka yang belum mendapatkan suara terbanyak tetap dihargai.

“Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan sedih, karena persaingan itu hal yang biasa. Inilah pembelajaran demokrasi bagi panjenengan semua,” katanya.

Khusus terkait keterlibatan SLB Negeri Purwosari, Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada KPU, pihak sekolah, kepala sekolah dan para guru yang telah memberikan ruang bagi siswa SLB untuk mengikuti proses demokrasi di lingkungan sekolah.

“Terima kasih kepada KPU yang telah memberikan ruang bagi sekolah luar biasa. Terima kasih juga kepada kepala sekolah dan para guru SLB yang telah membimbing dan mengawal anak-anak dengan kesabaran serta ketelatenan yang luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengalaman dalam proses demokrasi.

“Mereka adalah anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama,” tegas Sam’ani.

Bupati juga mengajak para siswa menggunakan hak pilih dengan mempertimbangkan calon yang mereka anggap memiliki figur, kinerja dan kualitas yang baik.

Ia berharap pengalaman mengikuti Pilketos dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk memahami proses demokrasi secara sehat, termasuk belajar menerima hasil pemilihan.

“Ini adalah sebuah proses. Semoga kegiatan hari ini menjadi momentum agar pemilihan-pemilihan di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

“Untuk adik-adik semua, tetap semangat meraih cita-cita dengan ketekunan. Siapa pun yang terpilih harus kita hormati, apa pun hasilnya. Karya lebih unggul daripada gaya, prestasi lebih unggul daripada gengsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, Pilketos Serentak dirancang sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa.

Menurutnya, mekanisme pemilihan dibuat menyerupai tahapan pemilu sehingga siswa dapat memahami proses demokrasi secara langsung.

“Pilketos ini kami dorong sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Mereka belajar bagaimana proses pemilihan dilaksanakan, mulai dari tahapan persiapan sampai pemungutan suara,” jelas Ahmad Amir Faisol.

Ia mengatakan, KPU juga memberikan ruang kepada sekolah luar biasa untuk terlibat dalam pelaksanaan Pilketos Serentak 2026.

“Kami juga memberikan ruang kepada sekolah luar biasa agar seluruh siswa dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang sama dalam berdemokrasi,” katanya.

Ahmad Amir Faisol menambahkan, pengalaman demokrasi yang diberikan tidak hanya mengenai pencoblosan atau menentukan pilihan.

Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai tahapan pemilihan, mulai dari persiapan, pencalonan, kampanye hingga pemungutan suara.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus Edi Sujito mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti Pilketos Serentak 2026.

Menurut Edi, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi para siswa untuk mengenal proses menentukan pemimpin sekaligus belajar menyampaikan dan menghargai pilihan.

“Kami sangat mengapresiasi adanya Pilketos Serentak dan kesempatan bagi SLB Negeri Purwosari untuk ikut serta. Ini menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk belajar memilih, menyampaikan pilihan, dan menghargai proses demokrasi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkap Edi.

Selain SLB Negeri Purwosari, pelaksanaan Pilketos juga berlangsung di SMK Negeri 1 Kudus dan MA Mu’allimat NU Kudus. Di SMK Negeri 1 Kudus terdapat lima calon Ketua OSIS, sedangkan MA Mu’allimat NU Kudus diikuti tujuh calon.

Dari hasil monitoring di tiga sekolah tersebut, pelaksanaan Pilketos Serentak 2026 berlangsung lancar. Kegiatan di 91 sekolah di Kabupaten Kudus tersebut sekaligus menjadi proyek percontohan pertama pelaksanaan Pilketos serentak di Jawa Tengah.

Keterlibatan SLB Negeri Purwosari menunjukkan bahwa pembelajaran demokrasi dalam Pilketos Serentak 2026 juga diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengalami secara langsung proses memilih dan menghargai pilihan dalam lingkungan sekolah. (YM/YM)


Post Views: 25

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *