Kudus, Liputan7.Net – Tren anak muda yang gemar mendokumentasikan momen kebersamaan membuka peluang usaha baru di Kabupaten Kudus.
Salah satunya bisnis persewaan iPhone yang kini mulai banyak diminati, terutama untuk kebutuhan foto dan pembuatan konten media sosial saat acara buka puasa bersama hingga momentum Lebaran.
Peluang tersebut dimanfaatkan oleh Nadia Okta (22), mahasiswi di salah satu kampus di Kudus yang merintis usaha penyewaan iPhone sejak sekitar dua setengah tahun lalu.
Dari usaha kecil yang awalnya hanya memiliki beberapa unit ponsel, bisnis yang dijalankannya kini berkembang dengan puluhan perangkat yang disewakan dan membuka gerainya di yaitu di RT 4 RW 4 Gang Globe Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Tak hanya di Kudus, jejaring usaha yang dirintis gadis muda ini juga mulai merambah ke beberapa daerah lain seperti Semarang dan Pati. Terbaru, ia membuka gerai penyewaan iPhone di Jepara bertepatan dengan momentum Ramadan tahun ini.
“Awalnya cuma coba-coba saja. Dulu saya sempat jual beli ponsel, tapi kurang berkembang. Akhirnya mencoba usaha sewa iPhone dan ternyata banyak yang tertarik,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Sebelum menekuni usaha tersebut, Nadia mengaku sempat mencoba berbagai jenis usaha lain, mulai dari berdagang sembako hingga menjual baju kebaya dan jual beli smart phone.
Namun menurutnya, usaha penyewaan iPhone memiliki potensi pasar yang lebih jelas karena mengikuti tren kebutuhan anak muda akan perangkat dengan kualitas kamera yang baik.
“Sekarang banyak anak muda yang butuh kamera bagus untuk foto atau bikin konten. Jadi sewa iPhone ini terasa lebih potensial,” katanya.
Saat ini Nadia memiliki sekitar 50 unit iPhone yang disewakan, mulai dari iPhone XR hingga iPhone 13. Bahkan beberapa unit iPhone 17 juga sudah mulai tersedia di gerainya, meski jumlahnya masih terbatas karena merupakan seri terbaru yang baru didatangkan.
Perangkat-perangkat tersebut disewakan dengan sistem per jam, paket beberapa jam, hingga paket harian dan mingguan. Untuk tarif per jam, iPhone XR disewakan mulai Rp5 ribu. Sementara iPhone 11 sekitar Rp9 ribu per jam, iPhone 12 Rp10 ribu per jam, dan iPhone 13 sekitar Rp12 ribu per jam.
Menurut Nadia, sistem penyewaan per jam menjadi pilihan yang paling banyak diminati, terutama selama bulan Ramadan. Penyewa biasanya datang menjelang sore hari untuk menggunakan ponsel tersebut saat acara buka puasa bersama.
“Kalau Ramadan biasanya dipakai tiga sampai empat jam saja. Mereka datang sore buat bukber, foto-foto, lalu malam sudah dikembalikan,” jelasnya.
Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan pelajar hingga mahasiswa dengan rentang usia sekitar 16 hingga 25 tahun. Selain untuk dokumentasi bukber, iPhone sewaan juga kerap digunakan untuk membuat konten media sosial, jalan-jalan, hingga keperluan tugas sekolah.
Sebelumnya, Nadia juga sempat mencoba menyewakan ponsel dari merek lain selain iPhone, seperti Samsung Galaxy S24 Ultra. Namun menurutnya, perangkat tersebut kurang diminati oleh segmen pelanggan yang mayoritas merupakan pelajar.
“Dulu sempat saya sewakan juga Samsung Galaxy S24 Ultra. Tapi ternyata kurang populer di kalangan pelajar, jadi sekarang unit itu lebih sering saya pakai untuk kebutuhan komunikasi pribadi saja,” ujarnya.
Ia menilai, di kalangan anak muda, iPhone masih memiliki daya tarik tersendiri, terutama untuk kebutuhan dokumentasi dan pembuatan konten media sosial.
Meski terlihat menjanjikan, Nadia mengakui usaha penyewaan iPhone juga memiliki sejumlah risiko. Ia pernah mengalami kerugian akibat perangkat rusak bahkan tidak kembali setelah disewa.
“Pernah ada yang rusak bahkan tidak kembali. Itu salah satu risiko di usaha ini,” katanya.
Menariknya, ia menilai potensi risiko justru lebih sering muncul dari penyewa yang berusia di atas 25 tahun. Berdasarkan pengalamannya, beberapa kasus perangkat tidak kembali terjadi karena barang tersebut digadaikan oleh penyewa.
“Kalau pengalaman saya, justru yang usianya di atas 25 tahun kadang risikonya lebih tinggi. Ada yang sampai digadaikan, misalnya karena faktor ekonomi atau bahkan karena judi online,” jelasnya.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, setiap penyewa diwajibkan memberikan jaminan identitas. Pelajar biasanya diminta menunjukkan kartu pelajar dan fotokopi kartu keluarga, sementara penyewa dewasa harus menyertakan KTP atau SIM.
Salah seorang penyewa, Althof, yang sengaja datang dari Kabupaten Pati ke tempat penyewaan tersebut karena hendak menyewa IPhone 13 selama tiga hari ke depan.
Siswa SMA tersebut saat ditanya kepentingannya menyewa IPhone 13 untuk keperluan dokumentasi.
Dia memilih IPhone lantaran dinilai kameranya lebih jernih dan lebih fleksibel saat dibawa ketimbang kamera.
“Ini saya sewa baru pertama kali. Tarif tiga hari sewa Rp 350 ribu. Ini untuk keperluan dokumentasi saja,” kata Althof. (YM/YM)
Post Views: 4
