KUDUS, Liputan7.Net – Rencana penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race di Kabupaten Kudus batal digelar. Event balap motor yang sebelumnya disiapkan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus tersebut urung dilaksanakan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor.
Ketua Pengkab IMI Kudus, Christian Rahardianto, mengatakan salah satu pertimbangan utama adalah proses perizinan yang dinilai terlalu mepet dengan rencana pelaksanaan. Terlebih, event tersebut akan memanfaatkan ruas jalan di kawasan perkotaan sehingga membutuhkan koordinasi dan persiapan lintas sektor.
“Pertimbangan yang pertama adalah perizinan, waktunya terlalu mepet. Yang kedua, tanggal 10 berbarengan dengan event MotoGP Mandalika dan event Porprov Jawa Tengah,” ujar Christian.
Menurutnya, penyelenggaraan road race tidak hanya membutuhkan kesiapan pembalap dan lintasan. Aspek keamanan, rekayasa lalu lintas, pengamanan penonton, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan instansi terkait harus dipastikan sebelum event dilaksanakan.
Selain persoalan perizinan, benturan jadwal dengan agenda olahraga besar juga menjadi perhatian. MotoGP Mandalika menjadi salah satu agenda balap motor yang menyedot perhatian pencinta otomotif. Sementara itu, Porprov Jawa Tengah juga tengah berlangsung sehingga sejumlah sumber daya olahraga di tingkat provinsi turut terserap dalam agenda tersebut.
Christian menegaskan, IMI Kudus tidak ingin memaksakan event apabila seluruh persiapan belum maksimal. Menurutnya, sebagai kejuaraan resmi tingkat provinsi, road race membutuhkan persiapan matang agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Jadi kami tidak ingin memaksakan. Kalau waktunya terlalu mepet dan berbarengan dengan event besar, lebih baik kami siapkan kembali dengan waktu yang lebih panjang,” jelasnya.
Sebelumnya, Kejurprov Road Race tersebut dirancang menjadi momentum kembalinya balap motor resmi di Kudus setelah sekitar sembilan tahun vakum. IMI Kudus bahkan menargetkan sedikitnya 120 pembalap ambil bagian, termasuk pembalap dari berbagai daerah dan rider nasional.
Event tersebut juga memiliki misi pembinaan atlet muda. IMI Kudus ingin memberikan wadah bagi generasi muda yang memiliki hobi balap motor agar dapat menyalurkan bakat melalui kompetisi resmi, sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi aktivitas balap liar.
Christian mengatakan potensi pembalap muda di Kudus cukup besar. Karena itu, pembatalan event kali ini tidak berarti IMI menghentikan rencana penyelenggaraan balap motor di Kudus.
“Harapan kami tetap bisa terlaksana. Kami akan berkoordinasi lagi dengan IMI Jawa Tengah dan pemerintah daerah untuk mencari waktu yang lebih tepat,” katanya. (YM/YM)
Post Views: 1
