Kudus, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan sejumlah strategi menghadapi kontraksi ekonomi yang mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Penguatan UMKM, dukungan terhadap produk lokal, hingga pola belanja bijak menjadi langkah utama yang didorong Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Konsep solusi tersebut disusun sebagai respons terhadap berbagai tekanan ekonomi global maupun nasional yang memengaruhi kondisi ekonomi daerah.
Kenaikan harga barang, inflasi, hingga melemahnya daya beli masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Pada bagan yang disusunnya, kontraksi ekonomi ditandai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta berkurangnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sam’ani menilai kondisi tersebut harus dihadapi dengan langkah nyata dan kolaborasi semua pihak agar ekonomi masyarakat tetap bergerak.
Salah satu fokus utama yang didorong adalah memperkuat ekonomi lokal melalui dukungan terhadap UMKM dan produk dalam negeri.
Menurutnya, perputaran uang di daerah akan lebih kuat apabila masyarakat memprioritaskan produk lokal.
“Dukung produksi lokal dan UMKM sekitar,” ujar Sam’ani.
Selain itu, masyarakat juga diajak menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak.
Belanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan dinilai menjadi langkah pentingv untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah situasi ekonomi yang belum menentu.
Sam’ani menegaskan bahwa masyarakat perlu menghindari pola konsumtif yang dapat memperberat kondisi ekonomi rumah tangga.
Dengan pengelolaan pengeluaran yang tepat, masyarakat diharapkan mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Pemkab Kudus juga menyiapkan penguatan sektor usaha melalui penciptaan iklim usaha yang aman dan kondusif. Kemudahan perizinan usaha, akses permodalan, hingga pelatihan bagi pelaku UMKM menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya itu, inovasi produk dan pemanfaatan potensi lingkungan sekitar juga didorong agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar.
Di sektor pendukung, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jaringan air, irigasi, hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU) tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Infrastruktur yang baik dinilai dapat memperlancar distribusi barang dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain penguatan ekonomi, konsep tersebut juga menekankan pentingnya solidaritas sosial.
Masyarakat diajak membangun budaya menabung, empati, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Sam’ani berharap masyarakat tetap optimistis dan saling mendukung agar ketahanan ekonomi daerah tetap terjaga.
“Bertahan hari ini, kuat masa depan, Kudus Sehat,” tandasnya. (YM/YM)
Post Views: 69
