Kudus, Liputan7.Net – Digelar di halaman rumput Pendapa Kabupaten Kudus, puluhan aktifis dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus memilih cara berbeda dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, Senin (22/6/2026).
Agak berbeda dengan aksi aliansi mahasiswa beberapa hari sebelumnya, aksi damai kali ini mahasiswa mengekspresikan aksinya dengan memadukan doa bersama dan lantunan sholawat dan membawa sejumlah usulan evaluasi terhadap program nasional.
Kegiatan berlangsung tertib dan dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Aksi diawali dengan penampilan teater yang dibawakan kader PMII sebagai refleksi atas berbagai persoalan bangsa. Selanjutnya, massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah pusat sebelum ditutup dengan doa bersama dan sholawat.
Ketua PMII Kabupaten Kudus, Medan Widjaya, mengatakan terdapat empat tuntutan utama yang menjadi hasil kajian organisasinya. Pertama, evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama menyangkut tata kelola, manajemen, dan regulasi.
Selain itu, PMII juga meminta evaluasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pelaksanaan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 terkait pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, serta mendesak pemerintah bersama DPR RI segera membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset.
“Kami menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah pusat terkait empat hal. Kami meminta juga dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar PT Agrinas membuat studi kelayakan bisnis tentang potensi ekonomi lokal,” ujar Medan.
Menurutnya, evaluasi Program MBG perlu disertai pembentukan bank menu yang melibatkan penerima manfaat dan disesuaikan dengan potensi pangan lokal di masing-masing daerah.
“Kami mendorong agar BGN membuat bank menu sehingga ada variasi menu berdasarkan usulan dari penerima manfaat. Selain itu, pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG harus diperkuat agar keamanan makanan dan kelayakan gizi benar-benar tercapai,” katanya.
Untuk program KDKMP, PMII mengusulkan PT Agrinas Pangan Nusantara menyusun studi kelayakan bisnis di setiap daerah agar potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara maksimal.
“Kami mendorong agar PT Agrinas membuat atau menginisiasi studi kelayakan bisnis di masing-masing desa sehingga potensi ekonomi lokal bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi aksi damai yang digelar PMII. Menurutnya, penyampaian aspirasi yang dibarengi doa bersama menjadi contoh aksi yang menyejukkan.
“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada PMII Kabupaten Kudus yang telah menyalurkan aspirasi melalui aksi damai, doa bersama, dan tahlilan. Ini merupakan inovasi aksi damai yang menyejukkan bagi masyarakat,” ujar Sam’ani.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat. Bahkan, menurutnya, sejumlah tuntutan yang disampaikan PMII bersifat konstruktif karena tidak hanya berisi kritik, tetapi juga menawarkan solusi.
“Tadi saya melihat tuntutannya juga konstruktif. Ada tuntutan sekaligus ada solusi. Nanti solusi-solusi tersebut akan dibahas dan dikaji oleh pemerintah pusat,” katanya.
Sam’ani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang menjaga ketertiban sehingga kegiatan berlangsung aman dan lancar.
“Terima kasih kepada teman-teman PMII yang telah melaksanakan aksi damai ini dengan baik. Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tidak ada halangan apa pun,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 32
