0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Penutupan Program AJARI (Aku Pembelajar Inkuiri) Batch 4 menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bunda PAUD Kudus, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris, memberikan apresiasi terhadap program yang digagas Bakti Pendidikan Djarum Foundation karena dinilai mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong lahirnya metode belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan anak.

Acara penutupan yang digelar di Djarum Oasis Kudus, Selasa (23/6/2026), turut dihadiri para guru, fasilitator, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama Pusat Belajar Guru, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus.

AJARI mengusung konsep pembelajaran berbasis bermain (play-based learning) melalui budaya inkuiri. Dalam pendekatan ini, anak didorong untuk aktif mengeksplorasi, mengajukan pertanyaan, berinteraksi dengan teman, hingga menemukan jawaban atas persoalan yang mereka hadapi. Guru berperan sebagai pendamping yang memberikan stimulus agar proses belajar berlangsung secara alami.

Metode tersebut menjadi alternatif dari pola pembelajaran yang selama ini lebih menitikberatkan pada kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung). Melalui pendekatan inkuiri, anak diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kemandirian yang lebih baik sebagai bekal di masa depan.

Program AJARI Batch 4 telah berlangsung sejak Juni 2025 dengan melibatkan 105 guru PAUD dari 10 sekolah mitra Djarum Foundation, terdiri atas lima Taman Kanak-kanak (TK) dan lima Raudhatul Athfal (RA). Selama hampir satu tahun, para peserta memperoleh pelatihan sekaligus pendampingan agar mampu mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis inkuiri di kelas.

Sebanyak 20 fasilitator yang merupakan alumni AJARI dari angkatan sebelumnya turut mendampingi para guru selama proses pelatihan. Pendekatan berjenjang tersebut menjadi salah satu strategi untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan secara berkelanjutan.

Perubahan metode mengajar mulai terlihat dari perkembangan peserta didik. Guru menilai anak-anak kini lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, lebih aktif bertanya, berani mengemukakan ide, serta lebih antusias saat mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menjelaskan bahwa perubahan menuju pembelajaran berbasis bermain memerlukan proses, terutama dalam mengubah cara pandang terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari kemampuan menguasai calistung sejak dini.

Ia menambahkan, melalui pendekatan inkuiri anak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan penting, mulai dari kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, hingga keberanian bereksplorasi sesuai minat mereka.

“Sekarang anak-anak PAUD sudah berbeda. Mereka lebih eksploratif, bebas memilih aktivitas yang disukai, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang memantik rasa ingin tahu mereka agar terus berkembang,” kata Galuh.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kudus, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bakti Pendidikan Djarum Foundation dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus. Menurutnya, program seperti AJARI memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan layak mendapat dukungan. Guru PAUD menjadi fondasi awal dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing pada masa mendatang,” ujarnya.

Endhah berharap Program AJARI dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak guru PAUD di Kabupaten Kudus. Dengan demikian, peningkatan kompetensi pendidik dapat dirasakan secara merata sehingga kualitas layanan pendidikan anak usia dini semakin baik.

“Harapan ke depan, semua guru PAUD di Kabupaten Kudus bisa mendapatkan kesempatan mengikuti program ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga anak-anak semakin kreatif, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” tandasnya.

Selama sembilan tahun penyelenggaraannya, Program AJARI telah melatih dan mendampingi 659 guru di 46 sekolah mitra Djarum Foundation. Program tersebut juga telah memberikan dampak kepada 7.589 siswa PAUD di Kabupaten Kudus sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi emas Indonesia melalui pendidikan berkualitas sejak usia dini. (AS/YM)


Post Views: 5

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *