0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus yang juga anggota Komisi D DPRD Kudus, Endang Kursistiyani, menegaskan kader PAN harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PAN Kabupaten Kudus sekaligus Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PAN se-Kabupaten Kudus, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-28 PAN.

Endang yang aktif sebagai Ketua Yayasan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) mengatakan, komitmen “Bantu Rakyat” harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, kader tidak hanya hadir ketika momentum politik berlangsung, tetapi harus dekat dengan masyarakat setiap saat.

“Jangan pernah sakiti rakyat. Berbuat apa pun, sedikit apa pun yang bermanfaat untuk rakyat di tempat saudara berada,” ujar Endang.

Ia menegaskan, kader harus siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan masing-masing. Bantuan tersebut tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi bisa berupa kepedulian, pendampingan, menyerap aspirasi, maupun membantu mencarikan solusi atas persoalan masyarakat.

“Sebagai kader, kita harus hadir untuk rakyat. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kita harus siap membantu sesuai kemampuan kita,” tegasnya.

Endang menilai komitmen tersebut harus menjadi karakter seluruh kader PAN, mulai dari tingkat DPD, cabang hingga ranting. Sebab, kader di tingkat akar rumput merupakan garda terdepan partai yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kita harus bekerja keras lagi, terutama penguatan struktur PAN di tingkat ranting. Karena saudara-saudara semua adalah garda terdepan, grassroot kita,” katanya.

Ia meminta kader membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekaligus merangkul kembali kader-kader lama yang selama ini belum aktif.

“Yang lama-lama kita rangkul kembali, kita ingatkan kembali, kita ajak berjuang. Yang belum, kita ajak bersama-sama,” ujarnya.

Endang mengibaratkan PAN seperti matahari yang memberikan cahaya kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Filosofi tersebut, menurutnya, harus diterapkan kader dalam menjalankan aktivitas politik dan sosial di tengah masyarakat.

“Matahari tidak pernah ingkar janji, matahari selalu memberi sinarnya di muka bumi ini kepada siapa pun,” katanya.

Menurut Endang, kader PAN harus mampu membangun hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat. Kader tidak boleh hanya bergerak di lingkungan internal partai, tetapi harus turun langsung melihat dan mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hal tersebut dinilai penting karena keberadaan partai harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terlebih, Endang memiliki pengalaman di lembaga legislatif dan aktivitas perlindungan perempuan serta anak, sehingga menurutnya persoalan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

Endang menyebut PAN Kudus memiliki sembilan cabang yang terbagi dalam empat daerah pemilihan (dapil). Namun, saat ini PAN baru mengisi tiga dapil sehingga masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Karena itu, penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting menjadi salah satu fokus PAN Kudus menuju Pemilu 2029.

“Semangat kita untuk meraih cita-cita terdepan kita yang masih di sana di tahun 2029. Apa yang kita dapatkan adalah hasil kerja keras kita,” tegasnya.

Ia berharap seluruh kader tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga memiliki optimisme dan kerja nyata untuk memperkuat PAN sekaligus meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

“Bukan cuma semangat, tapi ada satu, yaitu optimis. Optimis untuk selalu maju dan terdepan,” pungkas Endang. (YM/YM)


Post Views: 2

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *