0 4 min 3 mths

Nasional, ISKNEWS.com – Galeri Indonesia Kaya (GIK) turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dengan menghadirkan pertunjukan seni Betawi bertajuk Lenong Kampung Te-Ko. Melalui pementasan tersebut, GIK mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal sekaligus mengapresiasi budaya Betawi sebagai identitas khas Ibu Kota.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian seni budaya Betawi yang digelar setiap akhir pekan sepanjang Juni 2026. Program ini sejalan dengan tema HUT ke-499 Jakarta, yakni “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”, yang tidak hanya menyoroti kemajuan kota, tetapi juga pentingnya menjaga kelestarian warisan budaya.

Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan Galeri Indonesia Kaya berkomitmen menjadi ruang publik budaya yang memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni Indonesia. Menurutnya, transformasi Jakarta menuju era baru harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan budaya Betawi sebagai identitas kota.

“Kami berharap melalui rangkaian pertunjukan seni Betawi ini semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengenal, mencintai, dan mengapresiasi budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan Jakarta,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sanggar Oplet Robet menampilkan pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat kampung di tengah hiruk-pikuk kota besar. Cerita berfokus pada kehidupan warga yang hidup rukun hingga muncul sekelompok preman yang memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat demi kepentingan pribadi.

Konflik yang diangkat menggambarkan berbagai persoalan sosial yang akrab dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Di balik alur cerita yang ringan dan penuh humor, pertunjukan ini menyampaikan pesan mengenai pentingnya persatuan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.

Nuansa khas lenong Betawi semakin terasa melalui dialog spontan, lawakan segar, serta iringan musik tradisional yang menghibur penonton. Kehadiran bintang tamu Rudi Sipit juga menambah semarak pertunjukan yang berlangsung selama sekitar 60 menit tersebut.

Pementasan yang disutradarai Maulana Firdaus ini melibatkan 16 penampil dan memadukan unsur teater tradisional, musik, serta humor khas Betawi. Sementara naskah cerita ditulis oleh Riyanto RA yang ingin menghadirkan kisah dekat dengan kehidupan masyarakat agar selain menghibur juga mampu mengajak penonton merefleksikan pentingnya kebersamaan di tengah perubahan kota.

“Lenong sejak dahulu lahir dari kehidupan masyarakat Betawi. Melalui Lenong Kampung Te-Ko, kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan keseharian masyarakat sehingga penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga memahami pentingnya kebersamaan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Riyanto.

Sanggar Oplet Robet sendiri merupakan komunitas seni yang aktif melestarikan berbagai kesenian tradisional Betawi, seperti lenong, tari, hingga gambang kromong. Kelompok yang berdiri sejak 2001 itu berawal dari para mantan anggota Teater Cagar Budaya yang ingin memiliki wadah untuk terus mengembangkan seni Betawi. Kini, Oplet Robet berkembang menjadi Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang juga bergerak di bidang kuliner dan kebudayaan.

Pimpinan Sanggar Oplet Robet, Ramdani atau Qubil AJ, menyebut kesempatan tampil di Galeri Indonesia Kaya menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelaku seni tradisi. Menurutnya, panggung tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

“Kami berharap pertunjukan ini menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan Jakarta menuju era baru, budaya Betawi tetap menjadi bagian penting dari identitas kota yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Lenong Kampung Te-Ko merupakan salah satu dari rangkaian pertunjukan seni Betawi yang digelar Galeri Indonesia Kaya selama Juni 2026. Sebelumnya telah dipentaskan Majoor Jantje: The Last Mardijkers oleh Salindia Teater dan Djantoek Reborn oleh Atien Kisam. Rangkaian tersebut akan ditutup dengan pertunjukan Penganten Keder dari Sanggar Sinar Norray pada 27 Juni 2026.

Melalui berbagai pertunjukan tersebut, Galeri Indonesia Kaya berharap seni tradisi Betawi tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai masyarakat sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (AS/YM)


Post Views: 56

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *