0 4 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Djarum Foundation bersama Universitas Muhammadiyah Kudus memberikan bantuan peralatan medis kepada PMI Kabupaten Kudus guna memperkuat pelayanan kemanusiaan, khususnya di Unit Donor Darah (UDD). Penyerahan bantuan berlangsung di Aula PMI lantai 2 pada Jumat, 22 Mei 2026.

Sekretaris PMI Kudus, Imam Santosa mengatakan bantuan alat medis tersebut sangat membantu PMI, terutama dalam proses pemisahan plasma darah yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

“Alat ini sangat membantu PMI karena sebelumnya kami belum memiliki peralatan seperti ini. Selama ini pemisahan plasma dilakukan secara tradisional dan memiliki keterbatasan waktu penyimpanan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperbaiki kualitas penyimpanan plasma darah yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan masyarakat.

Ia menjelaskan, plasma darah kini memiliki fungsi yang semakin luas, tidak hanya untuk transfusi darah, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tertentu.

“Dengan adanya alat ini, plasma bisa disimpan lebih baik. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, tentu bisa lebih mudah kami upayakan,” katanya.

Imam menambahkan, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi PMI Kudus untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya juga memastikan seluruh bantuan akan dijaga dan dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Kami berkomitmen menjaga bantuan ini dengan baik dan mempertanggungjawabkannya secara transparan. PMI juga rutin diaudit secara eksternal dan hasilnya alhamdulillah baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, PMI tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugas kemanusiaan sehingga dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“PMI membutuhkan gotong royong dari banyak pihak. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah untuk semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Edy Susanto menyampaikan bantuan alat kesehatan tersebut sangat penting di tengah meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat.

“Hampir 70 persen penyakit saat ini merupakan penyakit tidak menular. Bantuan alat pemisahan sel plasma dengan darah ini tentu akan membantu mengurangi beban pemerintah dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya PMI Kudus sempat menghadapi kendala pada mesin pengolahan darah yang berdampak pada perputaran stok darah. Namun kondisi ketersediaan darah di Kudus hingga kini masih relatif aman.

Menurut Edy, bantuan dari program bakti sosial Djarum Foundation diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan PMI Kudus kepada masyarakat.

“Kesadaran masyarakat untuk donor darah juga terus meningkat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Di sisi lain, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiarto mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung proses pengolahan darah agar lebih optimal.

“Hari ini menjadi momentum yang baik bagi PMI dan masyarakat Kudus karena kami menyerahkan sejumlah alat yang memang sangat dibutuhkan untuk memproses darah dari para pendonor agar dapat disimpan dan digunakan kembali saat dibutuhkan,” ujarnya.

Budi menyebutkan terdapat enam jenis peralatan medis yang diberikan, mulai dari alat pemisah plasma hingga perangkat penyimpanan darah.

Ia berharap bantuan tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kemanusiaan di Kabupaten Kudus.

Selain itu, pihaknya juga mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui pendidikan di UMKU agar mampu mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.

“Kudus membutuhkan tenaga kesehatan yang baik. Harapannya, lulusan bidang kesehatan dari UMKU nantinya siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya. (AS/YM)


Post Views: 41

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *