Kudus, Liputan7.Net – Kehadiran alat medis baru bantuan dari Djarum Foundation melalui Universitas Muhammadiyah Kudus menjadi angin segar bagi PMI Kabupaten Kudus dalam memaksimalkan pelayanan donor darah kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan dalam acara serah terima yang digelar di Aula PMI lantai 2, Jumat, 22 Mei 2026.
Sekretaris PMI Kudus, Imam Santosa menyampaikan bahwa peralatan medis yang diterima sangat membantu proses pengolahan darah, khususnya pemisahan plasma yang sebelumnya masih dilakukan dengan metode sederhana.
“Selama ini proses pemisahan plasma masih dilakukan secara manual sehingga waktu penyimpanannya terbatas. Dengan alat baru ini tentu pelayanan kami menjadi lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, plasma darah kini memiliki manfaat yang semakin luas karena dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan medis dan pengobatan. Karena itu, keberadaan alat pemisah plasma dinilai sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Imam, bantuan tersebut juga membuat penyimpanan plasma menjadi lebih efisien dan aman sehingga stok plasma dapat lebih mudah dikelola saat kebutuhan meningkat.
“Kalau nanti plasma yang tersedia jumlahnya banyak, tentu bisa lebih mudah dimanfaatkan ketika ada pasien yang membutuhkan,” katanya.
Selain meningkatkan pelayanan, PMI Kudus juga berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan bantuan yang transparan dan bertanggung jawab.
“Kami akan menjaga bantuan ini dengan baik. Semua kegiatan PMI juga rutin dilaporkan dan diaudit secara eksternal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelayanan kemanusiaan tidak bisa dijalankan sendiri sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat peran PMI di tengah masyarakat.
“PMI tidak bisa bekerja sendiri. Semangat gotong royong inilah yang membuat pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Edy Susanto mengatakan bantuan alat kesehatan tersebut sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular.
“Hampir 70 persen penyakit yang muncul saat ini merupakan penyakit tidak menular. Kehadiran alat pemisah plasma ini tentu dapat membantu pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi beban pemerintah,” ujarnya.
Edy mengungkapkan, PMI Kudus sebelumnya juga sempat mengalami kendala pada mesin pengolahan darah yang berdampak terhadap perputaran stok darah. Namun, kebutuhan darah masyarakat di Kudus masih dapat terpenuhi dengan baik.
Ia berharap bantuan dari program bakti sosial Djarum Foundation tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kualitas pelayanan donor darah di Kudus.
“Kesadaran masyarakat untuk donor darah terus meningkat. Mudah-mudahan bantuan ini semakin memperkuat pelayanan PMI,” katanya.
Di sisi lain, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiarto mengatakan bantuan alat medis diberikan agar proses pengolahan darah dari para pendonor dapat berjalan lebih baik.
“Alat-alat ini memang dibutuhkan untuk membantu PMI memproses, menyimpan, hingga menyiapkan darah agar siap digunakan kembali ketika dibutuhkan masyarakat,” terangnya.
Ia menyebutkan terdapat enam jenis peralatan medis yang diserahkan, mulai dari alat pemisah plasma hingga perangkat penyimpanan darah.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pelayanan PMI, tetapi juga memperkuat sektor kesehatan di Kabupaten Kudus secara menyeluruh.
“Kami berharap alat ini bisa langsung dimanfaatkan sehingga pelayanan PMI kepada masyarakat semakin optimal,” tandasnya. (AS/YM)
Post Views: 10
