0 4 min 17 hrs

KUDUS, Liputan7.NetMahmudun kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus periode 2026-2030.

Mahmudun bersama jajaran pengurus DPC Organda Kudus dikukuhkan oleh Ketua DPD Organda Jawa Tengah Hadi Mustofa di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Selasa (22/9/2026).

Usai pengukuhan, Mahmudun menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi keberlangsungan angkutan umum konvensional di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, pelaku usaha transportasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi dan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi.

“Suka tidak suka, transportasi ke depan harus lebih maju. Kita jangan sampai ketinggalan zaman,” kata Mahmudun.

Ia mengatakan, keberadaan transportasi online menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum konvensional.

Di sisi lain, semakin mudahnya masyarakat memiliki kendaraan pribadi juga membuat pilihan mobilitas semakin beragam. Dalam satu keluarga bahkan tidak jarang terdapat lebih dari satu sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Dari situ membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bepergian dan pada akhirnya mengurangi ketergantungan terhadap angkutan umum,” bebernya.

Mahmudun mengungkapkan, kondisi angkutan kota maupun angkutan pedesaan di Kudus saat ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dari sekitar 22 trayek yang tersedia, saat ini hanya sekitar 12 trayek yang masih beroperasi. Kondisi serupa sebelumnya juga disampaikan Organda terkait menyusutnya jumlah armada dan trayek angkutan umum di Kudus.

“Yang tadinya 22 trayek, sekarang mungkin tinggal sekitar 12 trayek,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut. Generasi muda, termasuk pelajar, kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi maupun memanfaatkan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Padahal, penggunaan angkutan umum dinilai dapat menjadi salah satu alternatif keselamatan bagi pelajar yang belum memenuhi persyaratan untuk mengendarai sepeda motor.

Mahmudun mengatakan, pihaknya sebelumnya juga pernah mendorong sosialisasi bersama Satlantas agar pelajar yang belum layak mengendarai sepeda motor dapat menggunakan angkutan umum.

“Tujuannya agar anak-anak sekolah yang belum layak naik motor bisa menggunakan angkutan umum,” katanya.

Di tengah perubahan tersebut, pengembangan transportasi publik baru di Jawa Tengah juga menjadi perhatian Organda Kudus. Salah satunya rencana layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang menghubungkan Jepara, Kudus dan Pati atau Trans Jekuti.

Mahmudun menyatakan Organda Kudus mendukung pengembangan layanan tersebut. Namun, menurutnya, keberadaan angkutan kota dan angkutan pedesaan yang telah lebih dahulu melayani masyarakat perlu diintegrasikan dalam sistem transportasi baru.

“Kita tetap mendukung program pemerintah provinsi. Nantinya kita kolaborasi dan membahas halte maupun tempat transit,” jelasnya.

Ia menyebut angkot dan angkudes berpeluang dikembangkan sebagai angkutan pengumpan atau feeder yang menghubungkan masyarakat dari wilayah desa maupun kawasan lain menuju titik halte atau transit BRT. Skema tersebut juga menjadi salah satu perhatian dalam kepengurusan Organda Kudus periode 2026-2030.

Menurutnya, pembahasan mengenai rute, halte, titik transit hingga pola operasional perlu dilakukan bersama pemerintah dan pihak terkait. Dengan demikian, pengembangan transportasi publik baru dapat berjalan beriringan dengan keberadaan angkutan umum yang sudah ada.

“Kita rembuk bersama. Saat ini masih dibahas oleh pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Mahmudun menegaskan, Organda Kudus siap terlibat dalam pembahasan transformasi transportasi di daerah. Ia berharap perubahan sistem transportasi tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya adalah keselamatan. Itu yang utama,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, Mahmudun berharap angkutan umum di Kudus dapat kembali memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Adaptasi teknologi, integrasi antarmoda dan peningkatan pelayanan dinilai menjadi bagian penting agar transportasi umum tetap relevan di tengah perubahan pola perjalanan masyarakat. (YM/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *