KUDUS, Liputan7.Net – Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan ambisi tim golf Kabupaten Kudus menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Meski Kabupaten Kudus belum memiliki lapangan golf, para atlet tetap menjalani latihan secara rutin di luar daerah. Persiapan tersebut dilakukan untuk menjaga kemampuan teknik sekaligus mematangkan mental bertanding sebelum tampil di ajang olahraga tingkat Jawa Tengah.
Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Kudus sekaligus pelatih, Kusnandar, mengatakan pihaknya menyiapkan empat atlet utama dan satu atlet cadangan untuk berlaga pada Porprov Jateng 2026.
Para atlet akan turun dalam tiga nomor pertandingan, yakni perorangan, beregu, dan foursome. Dari ketiga nomor tersebut, tim golf Kudus secara khusus membidik medali emas pada nomor foursome.
“Semua nomor punya peluang, tetapi kami membidik emas di foursome,” kata Kusnandar, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, foursome merupakan nomor yang dimainkan secara berpasangan dengan menggunakan satu bola yang dipukul secara bergantian oleh dua atlet.
Nomor tersebut membutuhkan kekompakan, akurasi, konsentrasi, serta kemampuan membaca kondisi lapangan. Karena itu, komunikasi dan chemistry antarpemain menjadi bagian penting dalam persiapan.
Untuk menunjang latihan, tim golf Kudus menjadikan Lapangan Golf Mayaran, Semarang, sebagai lokasi latihan utama.
“Latihan biasanya dua sampai tiga kali dalam seminggu,” ujarnya.
Materi latihan meliputi chipping, driving, pukulan jarak pendek, akurasi, hingga meningkatkan feeling dalam permainan.
Kusnandar menilai kemampuan mengontrol arah dan kekuatan pukulan menjadi aspek penting yang harus terus diasah. Terlebih, pukulan jarak pendek menuju lubang membutuhkan konsentrasi dan feeling yang kuat.
Atlet harus mampu memperkirakan kekuatan pukulan sekaligus membaca arah bola agar dapat memperoleh hasil maksimal.
“Yang penting dalam golf itu akurasi bola dan feeling saat bermain,” jelasnya.
Hingga pertengahan September 2026, Kusnandar menyebut persiapan tim telah mencapai sekitar 80 persen.
Untuk mengukur perkembangan kemampuan sekaligus menambah jam terbang, seluruh atlet juga akan diturunkan dalam turnamen di Black Eagle Golf Club, BSB Mijen, Semarang, pada 28 September 2026.
Turnamen tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum memasuki tahap akhir persiapan Porprov. Selain menguji teknik, pertandingan juga diharapkan mampu meningkatkan mental para atlet ketika menghadapi kompetisi.
“Turnamen nanti menjadi bahan evaluasi sekaligus untuk mengasah mental. Golf itu feeling-nya harus sering diasah dengan turun langsung ke lapangan,” ungkap Kusnandar.
Persiapan tim golf Kudus juga menghadapi kendala pendanaan. Kusnandar menjelaskan olahraga golf membutuhkan biaya yang cukup besar karena setiap latihan di lapangan terdapat sejumlah pengeluaran, mulai dari penggunaan lapangan hingga bola.
Menurutnya, sekali bermain dengan fasilitas lapangan secara penuh dapat membutuhkan biaya lebih dari Rp1 juta untuk satu orang. Kondisi tersebut membuat tim harus memilih lokasi latihan yang lebih efisien.
“Setiap turun ke lapangan pasti membutuhkan biaya. Sekali bermain bisa lebih dari Rp1 juta per orang,” katanya.
Selain biaya latihan, pengadaan peralatan juga menjadi perhatian. Setiap atlet harus terbiasa menggunakan peralatan sendiri agar dapat menyesuaikan permainan dengan karakter peralatan yang digunakan.
Di tengah keterbatasan tersebut, pengalaman menjadi salah satu modal tim golf Kudus. Sebagian besar atlet yang disiapkan telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai turnamen, termasuk kompetisi tingkat Jawa Tengah.
Kusnandar menyebut beberapa atlet juga sudah beberapa kali memperkuat Kudus dalam ajang Porprov.
“Sebagian atlet sudah beberapa kali ikut Porprov membela Kudus. Jadi pengalaman mereka cukup,” tuturnya.
Dalam persaingan Porprov Jateng 2026, sejumlah daerah memiliki fasilitas dan pengalaman yang cukup mendukung. Di antaranya Kota Semarang, Kota Surakarta, Boyolali, dan Cilacap yang memiliki lapangan golf.
Kusnandar mengakui keberadaan lapangan golf membuat atlet dari daerah tersebut memiliki kesempatan berlatih lebih sering. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat tim Kudus untuk mengejar target medali.
Pertandingan golf Porprov Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Golf Gombel, Semarang. Kompetisi digelar selama empat hari, dengan satu hari untuk nomor foursome dan tiga hari berikutnya untuk nomor beregu serta perorangan.
Kusnandar berharap keterbatasan fasilitas di Kudus dapat menjadi perhatian untuk pengembangan olahraga golf ke depan.
Menurutnya, keberadaan driving range maupun lapangan golf sederhana dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengenal golf sekaligus membantu proses pembinaan atlet muda.
“Harapan saya ke depan Kudus punya driving range dan lapangan golf, untuk mencari bibit-bibit muda,” pungkas Kusnandar. (YM/YM)
Post Views: 2
