0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB), HMI Cabang Kudus, dan GMNI Cabang Kudus mempertanyakan ketidakhadiran Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton dalam dialog terbuka bersama Pemerintah Kabupaten Kudus yang berlangsung hingga malam hari, Jumat (19/6).

Ketidakhadiran Bellinda menjadi sorotan mahasiswa lantaran salah satu tuntutan utama yang mereka suarakan adalah evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Sementara, Bellinda diketahui menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kudus.

Mahasiswa menilai kehadiran wakil bupati mutlak diperlukan untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait berbagai persoalan yang mencuat dalam pelaksanaan MBG, mulai dari transparansi pengelolaan, kualitas pelaksanaan, hingga kasus keracunan yang sempat terjadi.

Kami mempertanyakan kenapa Wakil Bupati tidak hadir. Padahal salah satu isu utama yang kami bawa adalah carut-marut pengelolaan MBG di Kudus. Posisi beliau sebagai Ketua Satgas MBG tentu sangat penting untuk menjelaskan berbagai persoalan yang ada,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam forum dialog.

Selain sebagai wakil kepala daerah, mahasiswa juga memandang Bellinda merupakan bagian dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang seharusnya hadir dalam forum penyampaian aspirasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan Bellinda tidak dapat menghadiri dialog karena sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Menurut Sam’ani, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton saat ini tengah berada di Jakarta untuk mengikuti agenda di Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Bu Wakil Bupati tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta. Beliau ada kegiatan di Kementerian Sosial,” kata Sam’ani kepada mahasiswa.

Meski demikian, Sam’ani memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut akan diteruskan dan dibahas bersama seluruh unsur Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Kudus.

Semua masukan dan tuntutan dari teman-teman mahasiswa akan kami evaluasi bersama. Nanti hasil dialog ini juga akan kami sampaikan kepada Bu Wakil Bupati dan unsur Forkopimda lainnya untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dialog terbuka yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu diikuti lebih dari 300 mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, terutama tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi pengelolaan dapur SPPG, hingga berbagai kebijakan daerah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan evaluasi. (YM/YM)


Post Views: 10

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *