SAPA PAGI :
Setiap kali kondisi fiskal daerah mengalami tekanan, perhatian publik hampir selalu tertuju pada satu pertanyaan: dari mana Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan ditingkatkan?
Salah satu jawabannya adalah melalui sektor perizinan. Namun, di sinilah muncul persoalan mendasar. Apakah perizinan diposisikan sebagai instrumen pelayanan yang mendorong investasi, atau justru berubah menjadi proses panjang yang menambah biaya, waktu, dan ketidakpastian bagi pelaku usaha?
Tekanan fiskal tahun 2026 menjadi pengingat bahwa daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan transfer dari pemerintah pusat. Ruang fiskal yang semakin sempit menuntut pemerintah daerah mencari sumber penerimaan yang sehat dan berkelanjutan.
Namun perlu dipahami, PAD yang besar bukan lahir dari banyaknya izin yang dipersulit. PAD justru tumbuh ketika semakin banyak usaha yang legal, bangunan memiliki PBG dan SLF, pajak daerah dibayar dengan tertib, investasi terus berkembang, serta aktivitas ekonomi bergerak tanpa hambatan.
Sayangnya, masih ada anggapan bahwa setiap proses perizinan adalah peluang menarik retribusi sebanyak-banyaknya. Pola pikir seperti ini justru berisiko membuat pelaku usaha menunda legalisasi, bahkan memilih tetap berada di sektor informal. Akibatnya, pemerintah kehilangan potensi penerimaan yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.
Sudah saatnya paradigma diubah. Perizinan bukan sekadar menghasilkan selembar dokumen, tetapi menjadi pintu masuk investasi, kepastian hukum, perlindungan lingkungan, keselamatan bangunan, dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan daerah secara berkelanjutan.
Semakin cepat prosesnya, semakin jelas persyaratannya, dan semakin profesional pendampingannya, maka semakin besar pula peluang daerah memperoleh manfaat ekonomi.
Di tengah tekanan fiskal, pemerintah daerah memiliki dua pilihan. Menjadikan perizinan sebagai beban yang membuat investasi enggan datang, atau menjadikannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan PAD secara alami.
Pilihan itu akan menentukan wajah pembangunan daerah beberapa tahun ke depan.
Salam hangat, selamat beraktivitas. Semoga setiap kebijakan hari ini mampu menghadirkan kemudahan berusaha, kepastian hukum, dan kesejahteraan yang dirasakan bersama.( Mr )
Post Views: 53
