KUDUS Liputan7.Net – Puluhan ibu-ibu Buddhis di Kabupaten Kudus mengikuti seminar kesehatan yang membahas pencegahan hipertensi dan diabetes. Kegiatan yang digelar PC Wanita Theravada Indonesia (Wandani) Kudus tersebut berlangsung di Vihara Bodhi Waisaka, Tambak Lulang, Desa Ploso, Kudus, Kamis (20/8/2026).
Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan yang mengangkat tema pencegahan hipertensi dan diabetes untuk keluarga sehat tersebut. Peserta berasal dari sejumlah vihara, yakni Vihara Dhammadipa Colo, Vihara Narada Rahtawu, dan Vihara Giri Kusala Rahtawu.
Ketua PC Wandani Kudus, Wiwik Widayanti, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para ibu mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular.
“Ini kegiatan seminar kesehatan yang mengambil tema pencegahan hipertensi dan diabetes untuk keluarga sehat,” kata Wiwik saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PC Wandani Kudus menghadirkan dokter Silvi dari Rumah Sakit Mardi Rahayu sebagai narasumber. Menurut Wiwik, kegiatan ini menjadi momentum pertama bagi PC Wandani Kudus mengundang narasumber dari Rumah Sakit Mardi Rahayu untuk memberikan edukasi kesehatan kepada anggotanya.
Selain seminar, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Wiwik berharap materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam menjaga pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan terhadap hipertensi maupun diabetes.
“Harapannya ibu-ibu atau peserta yang hadir bisa memahami dan menerima materi dari narasumber. Selain itu, juga bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana mencegah dan menjaga pola hidup sehat supaya terhindar dari hipertensi dan diabetes,” jelasnya.
Ia menilai peran ibu sangat penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Sebagai salah satu pilar keluarga, ibu memiliki peran dalam menentukan berbagai kebiasaan, termasuk makanan yang dikonsumsi anggota keluarga.
“Ibu itu sebagai pilar di rumah. Mau masak apa, nanti yang makan anak-anak dan juga bapak. Makanya ini ditujukan kepada ibu-ibu agar bisa ditularkan di dalam keluarga dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, PC Wandani Kudus berharap kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan tidak berhenti pada peserta seminar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Wiwik menambahkan, PC Wandani Kudus terbuka untuk menjadikan seminar kesehatan sebagai agenda rutin apabila kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Namun, tema kesehatan yang diangkat nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Kalau memang nanti dibutuhkan, tentu saja akan kami buat agenda tahunan, tetapi dengan tema yang lain. Tetap dengan seminar kesehatan,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 3
