0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net — Ribuan jamaah Muhammadiyah di Kabupaten Kudus menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026), yang tersebar di 36 titik lapangan dan masjid.

Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat meski sempat diwarnai perubahan lokasi akibat cuaca.

Salah satu lokasi utama yang menyedot perhatian berada di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kudus.

Semula, salat Id direncanakan digelar di pelataran sebuah swalayan, namun panitia memindahkan lokasi ke Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari.

Suasana salat Idul Fitri 1447H di Universitas Muhammadiyah Kudus. (Foto: YM)

Bertindak sebagai khatib, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kebersihan hati dan jiwa sebagai wujud kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa memiliki pikiran yang jernih dan hati yang bersih, sehingga mampu menumbuhkan sikap terbuka, lapang, serta menjunjung tinggi toleransi antar sesama.

“Kita bersihkan hati dan jiwa kita sehingga memiliki pikiran yang jernih dan spiritualitas yang semakin baik. Dengan itu kita dapat bersikap terbuka, saling menghormati, dan menjaga toleransi,” ujar Mu’ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih Prabowo.

Mu’ti menyampaikan penghormatan kepada umat Islam yang masih menyempurnakan ibadah puasa Ramadan, seraya mendoakan agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT.

Selain menekankan aspek spiritual, Abdul Mu’ti turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi iman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak umat Islam untuk menjadi pribadi yang ramah lingkungan serta menjaga kebersihan di sekitar.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga “kemurnian materi” atau material purity, dengan memastikan bahwa harta yang diperoleh dan digunakan berasal dari cara yang halal.

Ia mengingatkan agar umat menghindari perilaku boros dan berlebihan.

“Puasa mengajarkan kita menahan diri. Maka setelah Ramadan, mari kita wujudkan dalam kehidupan dengan hidup sederhana, tidak boros, dan menggunakan harta secara halal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyinggung kondisi global, khususnya konflik antarnegara yang hingga kini masih berlangsung.

Ia menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan.

Secara khusus pihaknya mendesak negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Israel, serta pihak lain termasuk Iran, agar menghentikan agresi dan mencari jalan damai.

“Dampak perang sangat besar, tidak hanya korban jiwa yang tidak berdosa, tetapi juga kerusakan lingkungan dan infrastruktur yang membutuhkan waktu lama untuk pemulihan,” ungkapnya.

Ia berharap konflik global tidak berdampak pada kerukunan di Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal penting dalam membangun bangsa.

“Persatuan adalah modal sosial dan politik yang sangat penting untuk menjadikan Indonesia negara yang maju dan bermartabat,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 1



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *