Kudus, Liputan7.Net – Nuansa budaya Jawa begitu terasa dalam perayaan Sedekah Bumi di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kamis (14/5/2026).
Tradisi tahunan yang digelar Pemerintah Desa Kaliputu itu berlangsung semakin semarak dengan iringan kesenian tradisional dan arak-arakan gunungan hasil bumi dari warga.
Mengusung tema “Nguri-uri Budaya, Nggayuh Berkahing Bumi”, kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Balai Desa Kaliputu mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.
Sedekah Bumi menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
Rangkaian acara diawali dengan iring-iringan warga dari masing-masing RT yang berkumpul per RW di depan masjid sebelum berjalan menuju Balai Desa.
Sepanjang perjalanan, warga membawa gunungan hasil bumi sambil diiringi berbagai kesenian tradisional Jawa yang menambah semarak suasana.
Kepala Desa Kaliputu, Widiyo Pramono, mengatakan kegiatan Sedekah Bumi tidak hanya bertujuan menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat kerukunan masyarakat.
“Kegiatan sedekah bumi di Kaliputu ini yang ketiga kalinya selama saya menjabat. Tujuan dari kegiatan ini supaya warga Kaliputu guyub rukun dan tetap nguri-uri budaya leluhur Tanah Jawa,” ujarnya.
Ia menuturkan, inti dari kegiatan tersebut adalah membangun kebersamaan warga melalui doa bersama dan makan bersama.
“Yang saya inginkan sebenarnya guyubnya warga. Kita di sini kumpul bersama, habis itu makan bareng. Doa bersama juga penting, karena yang saya butuhkan adalah doa dari seluruh warga Desa Kaliputu,” katanya.
Tahun ini, jumlah gunungan hasil bumi meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya ada dua hingga tiga gunungan, kini mencapai tujuh hingga sembilan gunungan.
Menurut Widiyo, meningkatnya partisipasi masyarakat muncul secara spontan atas kesadaran warga sendiri tanpa adanya paksaan.
“Itu semua inisiatif dari hati masing-masing warga,” tambahnya.
Selain arak-arakan dan gunungan hasil bumi, panitia juga menghadirkan hiburan bernuansa budaya Jawa sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional.
Pemerintah desa pun berencana menghadirkan variasi hiburan budaya lain pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Nanti ke depannya akan kami ganti lagi hiburannya supaya ada yang membedakan dengan tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Pemerintah Desa Kaliputu berharap tradisi Sedekah Bumi terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang semakin besar serta mampu memperkuat solidaritas masyarakat desa.
“Harapannya ke depan semoga tambah guyub dan tambah meriah lagi. Bahkan warga juga ingin nantinya bisa menghadirkan hiburan dari luar kota,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 27
