Kudus, Liputan7.Net – Menjelang Iduladha, aktivitas para perajin pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus semakin padat.
Permintaan pisau untuk kebutuhan penyembelihan dan pemotongan daging kurban membuat produksi meningkat drastis dibanding hari biasa.
Di sentra perajin pisau tersebut, suara dentingan besi dan gerinda terdengar nyaris tanpa henti.
Para perajin harus bekerja lebih lama untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari pasar lokal maupun luar daerah.
Salah satu perajin, Slamet Santoso, mengatakan seluruh pisau produksinya selalu habis terjual menjelang Iduladha.
Pisau berbahan stainless buatannya banyak diminati karena dianggap lebih higienis untuk memotong daging.
“Berapa pun produksi saya, saat ini ludes terjual,” kata Slamet Santoso, Rabu (13/5/2026).
Pisau buatan Slamet dijual dengan harga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per buah, tergantung ukuran.
Untuk pemasaran, ia mengandalkan pasar lokal seperti Pasar Kliwon sebelum kemudian dibeli tengkulak dari berbagai daerah.
“Kalau pisau buatan saya itu pemasarannya lokal di Pasar Kliwon. Dari situ kemudian akan diambil oleh para tengkulak dari luar daerah Kudus,” ujarnya.
Meski permintaan meningkat, para perajin mengaku keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Hal ini dipengaruhi naiknya harga bahan baku sejak menjelang Idulfitri lalu.
“Kalau kenaikan harga bahan baku itu sudah terjadi sejak menjelang Idulfitri. Kenaikannya bertahap, sampai saat ini harga bahan baku alumunium itu antara Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram,” katanya.
Perajin lainnya, Susanto, juga merasakan lonjakan permintaan serupa. Ia memproduksi pisau berbahan besi dengan harga lebih murah, yakni Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per buah.
“Kenaikan permintaan ini selain karena menjelang Iduladha, ini juga mendekati puncak orang menggelar hajatan,” kata Susanto.
Keahlian membuat pisau di Desa Hadipolo sudah diwariskan secara turun-temurun.
Tidak sulit menemukan perajin logam di wilayah tersebut karena sebagian besar warga telah lama menggantungkan hidup dari kerajinan pisau.
Selain didukung keterampilan para perajin, ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh di kawasan itu juga membuat produksi tetap berjalan lancar.
Menjelang Iduladha menjadi salah satu momentum paling ramai bagi para perajin pisau untuk meningkatkan pendapatan keluarga. (YM/YM)
Post Views: 44
