0 5 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net  – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 hari pertama yang tersaji di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/6), berlangsung penuh kejutan. Sebanyak 12 tim All-Stars menampilkan performa impresif dalam merebut poin penuh demi mengamankan posisi klasemen grup dalam kejuaraan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife di Stadion Supersoccer Arena Kudus, Selasa (23/6/2026).

Di Grup A, tim debutan MLSC All-Stars 2026, Samarinda menjalani partai pembuka menghadapi semifinalis tahun lalu, Jakarta. Di partai lain, derby Jawa Timur yang mempertemukan tim Surabaya dan Malang.

Dari Grup B, Yogyakarta menjalani partai pembuka fase grup menghadapi Banjarmasin. Pertandingan lain yang juga tak kalah seru mempertemukan runner-up tahun lalu, Solo dengan Semarang.

Pada Grup C, juara tahun lalu, Kudus memulai perjalanan mereka mempertahankan gelar menghadapi Tangerang. Sementara itu, tim All-Stars Bekasi beradu taktik dengan tim Bandung untuk berebut poin di laga perdana. 

Tim tuan rumah, pada pertandingan di grup C yang berlangsung pada sesi terakhir. All-Stars Kudus memulai perjuangan mempertahankan gelar MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 dengan hasil sempurna. Tampil di hadapan pendukung sendiri, tim besutan Yayat Hidayat berhasil menaklukkan All-Stars Tangerang dengan skor 2-0.

Sejak kick-off, Rere Zenita Farza dan kawan-kawan langsung mengambil alih kendali permainan. Pressing ketat yang diterapkan di lini tengah membuat para pemain Tangerang kesulitan mengembangkan pola serangan.

Dominasi tuan rumah terus berlanjut sepanjang babak pertama. Beberapa kali All-Stars Kudus mampu menekan pertahanan lawan dan memaksa pemain Tangerang bertahan lebih dalam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-18. Berawal dari kemelut di depan gawang All-Stars Tangerang, Giada Soebianto dengan sigap menyambar bola dan membawa All-Stars Kudus unggul 1-0.

Unggul satu gol membuat para pemain Kudus semakin percaya diri. Sementara Tangerang berusaha keluar dari tekanan, namun kokohnya lini tengah dan pertahanan tuan rumah membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, All-Stars Tangerang mencoba tampil lebih agresif. Mereka meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan, tetapi disiplin permainan yang ditunjukkan All-Stars Kudus membuat tim tamu kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Sebaliknya, All-Stars Kudus justru mampu memanfaatkan ruang yang terbuka saat lawan mulai bermain menyerang. Pada menit ke-29, Giada Soebianto kembali menjadi mimpi buruk bagi Tangerang. Pemain guest star tersebut sukses mencetak gol keduanya sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, All-Stars Kudus tetap menjaga ritme permainan dan tidak memberikan banyak ruang bagi lawan. Upaya Tangerang untuk memperkecil ketertinggalan selalu kandas oleh rapatnya pertahanan tim tuan rumah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan All-Stars Kudus tidak berubah. Hasil ini menjadi modal positif bagi juara bertahan dalam upaya melanjutkan tren positif di MLSC All-Stars 2026.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat, bersyukur anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik sehingga berhasil membuka langkah mempertahankan gelar dengan hasil positif.

“Anak-anak memang saya instruksikan untuk sebisa mungkin menguasai lini tengah, karena jantung permainan sepak bola itu ada di lini tengah. Kalau kita sudah bisa menguasai lini tengah, otomatis kita akan lebih mudah untuk memenangkan pertandingan. Jadi kami memaksimalkan itu sekaligus mempersiapkan bagaimana skema transisi setelah memenangkan bola di tengah untuk melakukan serangan balik,” ujar Yayat.

Menurutnya, kemenangan tersebut juga tidak lepas dari mental para pemain yang mampu tampil tenang meski mendapat dukungan besar dari publik Kudus.

“Alhamdulillah anak-anak tidak demam panggung. Mereka bisa menjalankan instruksi dengan baik dan tetap disiplin sepanjang pertandingan,” tambahnya.

Di kubu lawan, Asisten Pelatih All-Stars Tangerang, Maura Adinda, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kelemahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh All-Stars Kudus.

“Kekalahan ini tentunya menjadi catatan bagi kami, khususnya bagi tim pelatih untuk bahan evaluasi di dua pertandingan berikutnya. Kami akan berfokus meningkatkan chemistry dan tentunya komunikasi tim, karena dua poin tersebut merupakan kekurangan terbesar kami di pertandingan hari ini,” katanya.

Kapten All-Stars Tangerang, Zilda Afna Syaqila, juga menilai komunikasi dan kekompakan antarpemain menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

Dengan kemenangan ini, All-Stars Kudus mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka siap kembali bersaing mempertahankan gelar MLSC All-Stars 2026.

Inilah hasisl pertandingan hari ini :

Dari hasil pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 hari pertama, Selasa (23/6), berikut data perolehan poin klasemen sementara pada setiap grup:

Grup A

  1. Surabaya – 3 poin
  2. Samarinda – 3 poin
  3. Jakarta – 0 poin
  4. Malang – 0 poin

Grup B

  1. Yogyakarta – 3 poin
  2. Semarang – 3 poin
  3. Solo – 0 poin
  4. Banjarmasin – 0 poin

Grup C

  1. Kudus – 3 poin
  2. Bandung – 1 poin
  3. Bekasi – 1 poin
  4. Tangerang – 0 poin


Post Views: 91

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *