0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com– Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AP2KB) Kabupaten Kudus mengambil langkah cepat dengan melakukan asesmen terhadap keluarga siswa SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi sekaligus mengetahui kondisi riil keluarga sebelum menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.

Kepala DINSOSP3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengatakan asesmen menjadi tahapan penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kehidupan para siswa di lingkungan keluarga. Melalui proses itu, pihaknya akan mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi keluarga, termasuk apakah mereka telah memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Kami akan mendatangi keluarga siswa terlebih dahulu untuk melakukan asesmen. Kami melihat kondisi ekonominya seperti apa, apakah sudah mendapatkan bantuan atau belum. Jadi kami tidak bisa langsung menyimpulkan adanya eksploitasi ekonomi tanpa melihat fakta di lapangan,” kata Putut.

Ia menuturkan, hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang paling tepat. Apabila ditemukan keluarga yang membutuhkan dukungan, Dinsos akan mengupayakan bantuan sosial, pendampingan rehabilitasi sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi agar kesejahteraan keluarga semakin meningkat.

Menurut Putut, keterlibatan anak dalam membantu orang tua tidak selalu dapat dikategorikan sebagai eksploitasi. Penilaian harus dilakukan secara objektif dengan melihat intensitas aktivitas anak, kondisi keluarga, serta dampaknya terhadap pendidikan dan tumbuh kembang mereka.

“Kalau anak hanya membantu orang tua sesekali, misalnya di warung, tentu berbeda dengan anak yang harus bekerja sendiri di jalan. Karena itu kami akan melihat hasil asesmen terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan,” jelasnya.

Selain melakukan asesmen, DINSOSP3AP2KB juga menggandeng Pemerintah Desa Hadipolo untuk memperkuat pendampingan kepada keluarga siswa. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang tidak hanya menyentuh kebutuhan anak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan orang tua melalui berbagai program yang tersedia.

“Fokus kami adalah memastikan anak tetap memperoleh hak untuk belajar. Jika keluarganya membutuhkan pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, maupun bantuan sosial lainnya, tentu akan kami fasilitasi sesuai hasil asesmen,” ujarnya.

Di sisi lain, SD 5 Hadipolo terus berupaya menghapus stigma yang selama ini melekat sebagai “sekolah kampung sosial”. Sekolah optimistis citra tersebut dapat berubah melalui dukungan masyarakat dan berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, mengungkapkan saat ini sekolah memiliki 29 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Ia menyebut masih ada beberapa siswa yang langsung pulang setelah kegiatan belajar selesai, bahkan guru sesekali menjumpai mereka di luar sekolah dan mengingatkan agar kembali ke rumah.

Menurut Solikhul, membangun kepercayaan masyarakat menjadi pekerjaan yang terus dilakukan pihak sekolah. Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut mendukung perkembangan sekolah sehingga jumlah peserta didik dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa sekolah ini terus berbenah. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap SD 5 Hadipolo semakin maju dan menjadi pilihan bagi warga untuk menyekolahkan anak-anaknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo, Suleman Slamet, menyatakan pemerintah desa siap bersinergi dengan Dinsos maupun pihak sekolah dalam mendampingi keluarga siswa yang membutuhkan perhatian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar setiap anak tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala persoalan ekonomi keluarga.

“Kami akan mendukung setiap langkah pendampingan yang dilakukan. Harapan kami, anak-anak bisa terus bersekolah dengan nyaman, sementara keluarganya memperoleh bantuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 26

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *